Pemkot Tangerang mengimbau warga menghemat air selama musim kemarau. Pasokan air baku Sungai Cisadane dipastikan masih aman hingga beberapa bulan ke depan.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi potensi kekeringan di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Meski demikian, pasokan air baku dari Sungai Cisadane dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi musim kemarau.
“Kami sampaikan kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi,” kata Sachrudin, Selasa (28/7/2026).
“Mudah-mudahan kemaraunya tidak berkepanjangan,” lanjutnya.
Menurut Sachrudin, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pasokan air Sungai Cisadane tetap aman.
Ia mengakui debit Sungai Cisadane sempat turun sekitar lima sentimeter dalam beberapa pekan terakhir. Namun, penurunan tersebut belum memengaruhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Jika dilihat ketinggian Sungai Cisadane saat ini, kebutuhan air masyarakat masih terpenuhi beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
“Mudah-mudahan sebentar lagi turun hujan karena kami berharap yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Sachrudin tetap meminta masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
“Masyarakat perlu waspada dan mengontrol penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak,” katanya.
Selain mengimbau penghematan, Pemkot Tangerang memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Pemkot berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai, Perumda Tirta Benteng, dan Direktorat Jenderal SDA.
Koordinasi dilakukan untuk menjaga pasokan air hingga musim hujan diperkirakan tiba pada November 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri PU yang merespons cepat memastikan ketersediaan air,” ujar Sachrudin.
“Semua upaya kami lakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” lanjutnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum meninjau Bendungan Pintu Air 10 di Neglasari.
Peninjauan dipimpin Direktur Jenderal SDA Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama Wali Kota Tangerang.
Turut mendampingi Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni dan Direktur Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi.
Arnold memastikan distribusi air untuk masyarakat masih berada dalam kondisi aman.
“Ketersediaan air di Kota Tangerang masih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Arnold. “Pasokan air baku, irigasi, dan pengairan tetap aman hingga beberapa bulan ke depan,” lanjutnya.
Arnold menjelaskan penyusutan aliran Sungai Cisadane bukan akibat kekeringan. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pengaturan buka-tutup pintu bendungan.
Pengaturan dilakukan untuk menjaga debit, volume, dan tinggi muka air selama musim kemarau.
“Sebenarnya air masih tersedia meski beberapa bagian sungai tampak menyusut,” ujarnya.
“Kami mengatur tata kelola air agar pasokan tetap mencukupi selama musim kemarau,” pungkas Arnold. (*)








Leave a Reply