Hujan deras menyebabkan banjir dan kemacetan parah di Tangsel. Warga mengeluhkan lumpuhnya akses jalan di kawasan Tanah Tingal.
Aktual Tangerang – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebabkan banjir dan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan.
Kondisi tersebut dirasakan langsung para pekerja yang mengandalkan KRL untuk beraktivitas setiap hari.
Salah satunya dialami Lia, warga Ciputat, yang menggunakan KRL lintas green line untuk bekerja.
Biasanya, perjalanan dari kawasan Sudirman menuju rumahnya di Ciater hanya memakan waktu satu jam.
Setiap hari, ia berangkat menggunakan KRL dari Stasiun Palmerah menuju Sudimara atau Rawabuntu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi bersama suaminya.
Namun pada Selasa (6/5) malam, situasi berubah akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore. Tiba di Stasiun Sudimara sekitar pukul 18.42 WIB, ia mendapati kondisi jalan sudah lumpuh.
“Pas keluar stasiun, kondisi jalan sudah chaos dan motor enggak bergerak sama sekali,” ujar Lia, Kamis (7/5/2026).
Saat itu, ia berjanji bertemu suaminya di kawasan Alfamidi Jombang Raya. Namun suaminya masih terjebak kemacetan panjang di pertigaan Tanah Tingal.
Melalui aplikasi peta digital, Lia melihat kemacetan terjadi hampir di seluruh jalur sekitar Sudimara. Kemacetan bahkan meluas hingga arah kawasan Bintaro Xchange.
Karena kendaraan sulit bergerak, Lia memutuskan berjalan kaki menuju titik pertemuan.nIa menggunakan jas hujan sambil menerobos genangan yang terus meninggi.
Di tengah perjalanan, ia sempat membeli sandal jepit agar sepatu kerjanya tidak semakin basah.
“Jalannya sulit, kendaraan berhimpitan, ditambah genangan dan kondisi jalan gelap,” katanya.
Setelah tiba di titik pertemuan awal, kondisi lalu lintas masih belum membaik. Suaminya tetap tertahan akibat banjir dan kemacetan panjang.
Mereka akhirnya sepakat bertemu di kawasan Tanah Tingal yang dinilai lebih memungkinkan dijangkau. Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sejumlah sepeda motor terlihat mogok karena knalpot terendam banjir. Meski berhasil pulang, pengalaman tersebut meninggalkan keresahan mendalam baginya.
Menurutnya, banjir di kawasan Tanah Tingal bukan pertama kali terjadi. Namun kondisi kali ini disebut paling parah karena melumpuhkan mobilitas warga.
Ia berharap pemerintah segera mengevaluasi sistem drainase dan pembangunan kawasan baru di Tangsel.
“Aktivitas sederhana seperti pulang kerja seharusnya tidak penuh risiko banjir dan longsor,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah lebih responsif dan mengedepankan langkah pencegahan sebelum bencana terjadi.
Sementara itu, Humas Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Kemal, menjelaskan Jalan Aria Putra merupakan kewenangan Provinsi Banten. Menurutnya, sistem drainase di kawasan Tanah Tingal juga berada di bawah pengelolaan pemerintah provinsi.
“Kami sudah menyampaikan kejadian genangan tersebut kepada UPJJ Tangerang,” kata Kemal.
Ia mengatakan, penanganan lanjutan sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten.
“Untuk tindak lanjut, penanganan berada sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” pungkasnya. ***








Leave a Reply