Pemkot Tangerang Selatan berencana memotong TPP ASN sebesar enam persen pada 2026 akibat pemangkasan dana TKD dari pusat.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) berencana memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN tahun 2026.
Rencana ini muncul karena adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dalam jumlah besar.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan pemotongan TKD berdampak signifikan terhadap seluruh pos belanja daerah.
Ia menilai pemotongan TPP ASN menjadi opsi untuk menjaga keseimbangan keuangan daerah.
“Tahun depan TPP pegawai saya kurangi enam persen untuk menyeimbangkan pendapatan dan belanja,” ujar Benyamin, Selasa (28/10/2025).
Ia menjelaskan, pemotongan TKD membuat dana perimbangan Tangsel terkoreksi hingga Rp510 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Tangsel Fraksi PSI, Steven Jansen, meminta Pemkot mencari alternatif selain pemotongan TPP. Menurutnya, TPP berperan penting terhadap motivasi dan kinerja aparatur pemerintahan.
“Masih ada pos anggaran lain yang bisa diefisienkan tanpa mengorbankan TPP,” kata Steven, Selasa (4/11/2025).
Ia mencontohkan, efisiensi bisa dilakukan pada sewa kendaraan pejabat eselon III dan IV, atau anggaran makan-minum kegiatan pemerintah.
Steven, yang juga Ketua DPD PSI Tangsel, menegaskan rencana pemotongan TPP harus dibahas bersama DPRD. “Tidak boleh ada kebijakan sebelum mendapat persetujuan DPRD,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembahasan bersama penting agar keputusan sesuai aturan dan transparan.
Steven menyebut, meski masih wacana, sejumlah ASN sudah menyampaikan kekhawatiran terkait pemotongan TPP. “Mereka bingung, gaji terbatas, lalu TPP juga dipotong enam persen,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berdampak pada kualitas pelayanan publik.








Leave a Reply