DPRD Tangsel mendesak Pemkot menyiapkan solusi permanen krisis air SDN Kademangan 02 melalui pembangunan saluran air
Aktual Tangerang – DPRD Kota Tangerang Selatan mendesak Pemkot Tangsel segera menyiapkan solusi permanen untuk krisis air di SDN Kademangan 02, Setu.
Krisis air bersih kembali melanda sekolah tersebut setiap musim kemarau.
Kondisi ini dinilai tidak boleh terus ditangani melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, meminta pembangunan infrastruktur air permanen segera direncanakan.
Menurut Ricky, sektor pendidikan tidak boleh terus bergantung pada skema penanganan darurat.
Ia menilai distribusi air melalui tangki hanya menyelesaikan persoalan di permukaan. Sementara itu, akar masalah terkait ketersediaan infrastruktur air belum terselesaikan.
“Memang itu solusi jangka pendek,” kata Ricky, Jumat (28/8/2026).
Ricky mengapresiasi langkah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel dalam menangani krisis tersebut.
BPBD rutin mendistribusikan air menggunakan mobil tangki ke sejumlah lokasi terdampak. SDN Kademangan 02 menjadi salah satu lokasi yang mendapat distribusi air tersebut.
Namun, Ricky menegaskan solusi permanen tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak kekeringan.
Kebutuhan itu juga mencakup fasilitas pendidikan yang terdampak krisis air setiap kemarau.
“Solusi jangka panjang kami juga mendorong kepada dinas untuk mencari solusi. Apakah nanti diberikan saluran air yang kemudian bisa ke sana sehingga tidak tergantung pada distribusi air yang lewat mobil begitu ya,” ucap Ricky.
Ricky mengatakan Pemkot Tangsel belum menyiapkan anggaran khusus untuk penyelesaian masalah tersebut dalam jangka panjang.
Untuk sementara, Pemkot Tangsel hanya menyiapkan penanganan distribusi air melalui BPBD pada APBD 2026.
“Sudah dibahas. Memang kalau untuk yang distribusi air yang sementara itu sudah,” terang Ricky.
Menurut Ricky, anggaran untuk solusi jangka panjang akan dibahas dalam penyusunan APBD berikutnya. Rencana tersebut diproyeksikan masuk dalam APBD Murni 2027.
Langkah itu diharapkan mampu mencegah persoalan sanitasi sekolah kembali terjadi saat musim kemarau.
“Tapi kalau untuk yang jangka panjangnya belum. Mungkin nanti akan ada di murni (2027) begitu ya,” tutup Ricky. (*)








Leave a Reply