Tumpukan sampah mengganggu pedagang Pasar Modern Bintaro Mas, Ciputat Timur. Omzet pedagang menurun drastis akibat bau dan belatung.
Aktual Tangerang – Sehari setelah status tanggap darurat berakhir, tumpukan sampah menggunung di Pasar Modern Bintaro Mas, Ciputat Timur, Tangsel.
Sampah terlihat tepat di depan lapak pedagang buah-buahan bernama Amad. Gunungan sampah melebihi atap tempat berjualan dan hampir menutupi lapaknya.
Lalat berterbangan dan menyerbu dagangan, sementara sampah mengeluarkan bau menyengat dan air lindi hitam.
Amad mengaku sampah di depan lapaknya sudah lama tidak diangkut. Ia menyebut keterlambatan pengangkutan karena lokasi pembuangan longsor sehingga pemindahan terhambat.
“Yang belanja jadi sepi, baunya menyengat, ada belatung juga,” ujar Amad, Selasa (6/1/2026).
Tumpukan sampah membuat pelanggan enggan mendekat karena bau dan belatung yang menyebar ke dagangan.
Sebelumnya, sampah masih bisa dibuang ke area penampungan. Namun kapasitas berkurang dan terkendala listrik, sampah akhirnya menumpuk di luar lapak.
Amad menyebut kondisi ini membuat lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman.
Dampak ekonomi juga terasa, omzet harian pedagang turun drastis.
Sebelum sampah menumpuk, pendapatannya bisa Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari. Kini, omzetnya hanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. “Sebelumnya ramai, sekarang jauh berkurang,” kata Amad.
Pedagang yang berjualan puluhan tahun ini mengatakan gangguan baru terjadi satu setengah bulan terakhir.
Tumpukan sampah juga menutup sebagian akses jalan, menyulitkan kendaraan melintas.
Meski pemerintah menyatakan masa darurat sampah berakhir, Amad menilai kondisi lapangan belum membaik.
Ia berharap sampah segera diangkut agar aktivitas jual beli kembali normal.
“Harapannya cepat diangkut, biar nggak kayak gini terus,” pungkas Amad.








Leave a Reply