Dalam surat itu, keluarga pelaku menyatakan kesanggupan menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh. “Masing-masing keluarga sudah sepakat. Kami bantu memediasi agar masalah selesai baik-baik,” jelas Frida, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, sekolah menganggap kasus tersebut selesai setelah mediasi dilakukan. Namun, Frida mengaku tidak menyangka kasus ini kembali mencuat dan menjadi sorotan publik.
“Awalnya kami pikir sudah selesai, ternyata keluarga korban menghubungi lagi karena kondisi anak memburuk,” ujarnya.
Tanggapan Dindikbud Tangsel
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut.
“Sudah kami mediasi. Kedua orang tua sudah bertemu, ada pendamping dan pihak PPA juga hadir,” jelas Deden.
Ia menegaskan, saat ini fokus utama Dindikbud adalah pemulihan kondisi korban. “Hari ini kami fokus dulu ke korban. Kami ingin memastikan kondisinya benar-benar ditangani,” katanya.
Deden juga menyebut, pihaknya masih mendalami apakah kejadian itu murni bullying atau hanya bercanda berlebihan.
“Kita lagi memastikan dulu, apakah betul di-bully atau bercanda. Yang jelas kita tangani korban dulu,” tandasnya.









Leave a Reply