Ia berharap, keluarga pelaku bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan anaknya. Pasalnya, setelah sempat membayar biaya awal di klinik, keluarga pelaku tak lagi menunjukkan itikad baik.
“Waktu mediasi, mereka janji tanggung biaya pengobatan. Tapi begitu anak saya dirawat di RS Fatmawati, mereka seperti lepas tangan,” ucap Ny.
Keluarga pelaku bahkan meminta dirinya meminjam uang untuk melanjutkan pengobatan MH.
Minta Pelaku Dikeluarkan dari Sekolah
Sementara, Budiyanto (41), paman korban, menyesalkan sikap pihak sekolah yang dianggap lamban menangani kasus ini.
“Sekolah lepas tangan. Hanya datang dua hari setelah kejadian, lalu tidak ada kabar sampai hari ini,” ujarnya.
Atas nama keluarga, Budi berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel bersikap tegas terhadap pelaku. “Kami ingin pelaku dikeluarkan dari sekolah. Kalau tidak, ponakan saya yang pindah,” tegasnya.
Menurutnya, pelaku telah berulang kali melakukan bullying terhadap korban sehingga perlu mendapat sanksi tegas.
Penjelasan Kepala Sekolah
Kepala SMP Negeri 19 Tangsel, Frida Tesalonik, mengatakan pihaknya sudah memediasi kedua keluarga dan membuat surat kesepakatan.









Leave a Reply