Rute MRT Lebak Bulus–Serpong Dirahasiakan, Waspadai Calo Tanah Bermain

Adi Subchan - 28 June 2026

FOTO: Instagram MRT/Ilustrasi)
FOTO: Instagram MRT/Ilustrasi)

Pemerintah belum mengumumkan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong untuk mencegah spekulasi tanah dan menjaga efisiensi biaya proyek.

Aktual Tangerang – Pemerintah belum mengumumkan jalur pasti proyek MRT Lebak Bulus–Serpong, Tangerang Selatan.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah spekulasi harga lahan yang berpotensi menaikkan biaya pembangunan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah ingin menjaga efisiensi proyek sejak tahap perencanaan.

“Kami belum mengumumkan jalur karena ingin mencegah spekulasi harga tanah yang dapat membebani proyek,” kata Dudy.

Menurutnya, kebocoran informasi rute sering dimanfaatkan spekulan membeli lahan di sekitar koridor proyek. Kondisi tersebut membuat harga tanah melonjak dan biaya pembebasan lahan meningkat tajam. Akibatnya, beban investasi dapat bertambah bagi pemerintah maupun mitra swasta.

Saat ini, proyek MRT menuju Tangerang Selatan masih memasuki tahap studi kelayakan. Kajian dilakukan bersama mitra swasta untuk menentukan jalur paling layak. Beberapa alternatif lintasan masih dianalisis, termasuk kawasan Pondok Aren dan Pondok Cabe.

Baca Juga :  Disnaker Tangerang Tambah Mitra Industri untuk Perluas Program Magang

Penilaian mencakup potensi penumpang, konektivitas, nilai investasi, serta efisiensi konstruksi. Pemerintah menegaskan belum menetapkan koridor akhir proyek tersebut.

“Seluruh alternatif masih dikaji. Belum ada keputusan final mengenai jalur yang dipilih,” ujar Dudy.

Perpanjangan rute MRT menjadi bagian pengembangan transportasi massal di wilayah Jabodetabek. Proyek itu diharapkan mengurangi kemacetan dan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Pemerintah menyebut kerahasiaan rute juga diterapkan pada berbagai proyek transportasi di dunia. Strategi tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga lahan selama proses perencanaan berlangsung.

Pemerintah memastikan informasi proyek akan dibuka setelah tahapan teknis selesai. Keterbukaan dilakukan ketika kajian, pendanaan, dan pengadaan lahan telah memasuki tahap tepat.

Langkah itu diharapkan menjaga efisiensi investasi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

MRT Lebak Bulus–Serpong diproyeksikan memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan penyangga Jakarta. (*)

Baca Juga :  KILA 2026, Kemenbud Ajak Anak Indonesia Berani Berkarya dan Bernyanyi

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini