Proyek PSEL Bebani Keuangan Pemda Tangerang dan Tangsel

Adi Subchan - 25 October 2025

Pemkot Tangsel memperpanjang tanggap darurat sampah selama 14 hari. Pengiriman sampah hingga 200 ton per hari dilakukan ke Bogor. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)
Pemkot Tangsel memperpanjang tanggap darurat sampah selama 14 hari. Pengiriman sampah hingga 200 ton per hari dilakukan ke Bogor. (Foto: ANTARA/Ilustrasi)

Pengamat Adib Miftahul menyambut positif pembatalan proyek PSEL di Tangerang dan Tangsel, mencegah beban finansial besar bagi pemerintah daerah.

Aktual Tangerang – Pengamat kebijakan publik Universitas Islam Syekh Yusuf, Adib Miftahul, menyambut pembatalan proyek PSEL di Tangerang dan Tangsel.

Ia menilai kebijakan PSEL era Jokowi membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Kebijakan era Jokowi sudah tidak layak dipertahankan. Banyak daerah terbebani skema tipping fee tinggi,” ujar Adib, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Menurut dia, Proyek PSEL memaksa Pemkot Tangerang menanggung biaya sekitar Rp310.000 per ton sampah.

Dengan volume sampah 2.000 ton per hari, biaya mencapai Rp18 miliar per bulan atau Rp233 miliar per tahun.

Adib menilai perusahaan penerima proyek di bawah Perpres lama tidak memiliki kapasitas keuangan memadai. Banyak perusahaan hanya mengandalkan tipping fee tanpa kesiapan investasi nyata.

Baca Juga :  Prabowo Batalkan Proyek PSEL Tangerang dan Tangsel

Ia menilai, pembatalan proyek PSEL yang melibatkan PT Oligo Infra Nusantara menguntungkan Pemkot Tangerang. Keputusan Presiden Prabowo Subianto ini mencegah beban finansial besar akibat skema kerja sama yang tidak produktif.

“Pemkot Tangerang tidak rugi, justru diuntungkan. Selama tiga tahun kerja sama sejak 2022, proyek tidak berjalan,” kata Adib.

Adib menekankan keputusan Presiden Prabowo patut disambut dengan sukacita bagi pemerintah daerah.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini