Polisi tangkap 9 tersangka penculikan bermodus jual beli mobil di Pondok Aren. Korban selamat dan kini pulih.
Aktual Tangerang – Polda Metro Jaya mengungkap kasus penculikan dan penyekapan di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Empat korban modus jual beli mobil diculik dan disiksa. Mereka sempat membayar uang muka Rp49 juta kepada pelaku.
Dalam kasus ini polisi menangkap sembilan tersangka. Mereka diduga terlibat dalam penyekapan, penganiayaan, serta pemalsuan atribut polisi.
Barang bukti seperti pelat nomor dinas palsu dan seragam polisi ditemukan di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, mengatakan para korban kini telah pulih dan bersama keluarga.
Peran Masing-Masing Tersangka
Ade Ary mengatakan kesembilan tersangka berbagi peran dalam aksi penculikan dan penyiksaan terhadap para korban.
Tersangka berinisial MAM menjadi koordinator lapangan, perencana, eksekutor, dan pelaku penganiayaan.
“Tersangka NN bertugas memancing korban. VS memerintahkan APN untuk merekam video penyiksaan yang kemudian viral,” kata Ade Ary, Kamis (16/10/2025).
Sementara itu, tersangka S, HJE, Z, dan I berperan sebagai eksekutor yang menganiaya korban di lokasi penyekapan.
Tersangka lainnya, MA dan S bertugas menyediakan rumah. I dan MAM juga menyiapkan kendaraan untuk menculik para korban.
Hasil dari pengungkapan kasus ini, polisi menemukan pelat nomor dinas, seragam polisi, dan senjata airsoft gun di lokasi penyekapan. Penyidik memastikan pelat nomor dan seragam tersebut palsu. Polisi masih menelusuri asal-usul barang-barang itu.
Airsoft gun yang ditemukan disita sebagai barang bukti. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran senjata itu.
Korban Tertipu Modus Jual Beli Mobil
Kasus bermula saat pelaku N menawarkan mobil minibus 2021 kepada korban. Korban lalu mentransfer Rp 49 juta. Setelah membayar, korban dan tiga orang lainnya bertemu N di restoran kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Tak lama, pelaku lainnya datang. Mereka merampas ponsel korban lalu membawa mereka ke rumah di Pondok Aren.
Empat korban diculik. Tiga disekap di lantai dua rumah, sementara satu perempuan berhasil melarikan diri.
Korban perempuan mendengar suara suaminya disiksa, ia kabur saat pelaku tertidur pada Senin pagi.
Korban kemudian menumpang motor warga, dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi menuju Polda Metro Jaya. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan para tersangka.
Kronologi Penyekapan di Pondok Aren
Kasus berawal pada Sabtu (11/10) Pukul 22.30 WIB ketika korban I datang bersama istri dan dua temannya ke restoran di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka bertemu pelaku N.
Dari pertemuan itu, N mentransfer Rp 49 juta sebagai uang muka membeli mobil. Tak lama, pelaku lain muncul dan menculik korban.
Keempat korban dibawa ke rumah di Perumahan Taman Mangu Indah, Pondok Aren, dan disekap di lantai dua.
Esok harinya, Minggu (12/10), seluruh korban masih disekap di lokasi yang sama. Mereka mengalami penganiayaan dan intimidasi dari para pelaku.
Senin (13/10) pukul 05.00 WIB, korban DJ berhasil kabur saat pelaku tertidur. Ia melapor ke polisi dan penyelidikan pun segera dilakukan. Polisi menangkap para pelaku di tempat kejadian.
Kondisi Korban Telah Pulih
Keempat korban, yakni I, DJ, NA, dan AAM dipastikan dalam kondisi sehat. Mereka telah kembali ke rumahnya masing-masing. Meski sudah pulih, polisi masih menyelidiki dugaan penyiksaan selama penyekapan.
Dalam video yang beredar, korban tampak mengalami luka cambukan. Luka tersebut sempat diolesi balsem oleh pelaku.
Penyidikan masih berlanjut untuk mendalami bentuk kekerasan dan hubungan para pelaku dengan korban.









Leave a Reply