Polemik Jalan Puspitek, Begini Sikap Benyamin Davnie

Adi Subchan - 03 December 2025

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, merespons penertiban pagar BRIN di Jalan Puspitek. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, merespons penertiban pagar BRIN di Jalan Puspitek. (Foto: Istimewa)

Respons Pemkot Tangsel terkait pembongkaran pagar BRIN di Jalan Puspitek, serta reaksi warga yang terdampak. Wakil Wali Kota angkat bicara.

Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, merespons penertiban pagar BRIN di Jalan Puspitek.

Penertiban dilakukan karena akses jalan sempat ditutup sehingga dikeluhkan warga.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyebut komunikasi dengan BRIN masih berlangsung.

Ia berharap ada solusi yang memberi kepastian bagi warga sekitar.

“Semoga segera ada titik terang,” kata Pilar, Rabu (3/12/2025).

Ia memastikan penutupan akses saat ini sudah tidak terjadi. Pilar menegaskan, bahwa pemerintah harus memberi kepastian terkait status jalan tersebut.

“Kami pastikan masyarakat tahu, apakah jalan itu akan ditutup atau tetap dibuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisruh Jalan Puspitek, Pemkot Tangsel Takut Hadapi BRIN

Ia berharap aset provinsi di kawasan itu tidak menimbulkan masalah serupa. Pilar meminta Direktur BRIN yang baru memahami kondisi di lapangan.

“Fokus kami pelayanan masyarakat. Jangan sampai penutupan akses merugikan warga,” tegasnya.

Warga Bersyukur Pagar BRIN Dibongkar

Pagar pembatas BRIN di Jalan Puspitek dibongkar Satpol PP Tangsel pada Senin (1/12/2025).

Dalam video yang beredar di media sosial, petugas Satpol PP Tangsel terlihat membuka pagar berwarna kuning-hitam tersebut. Tindakan itu disambut gembira warga Muncul.

Kuasa hukum warga, Suhendar, menyampaikan rasa syukur atas pembongkaran pagar itu.

“Hari ini pagarnya sudah dibuka. Kami berterima kasih,” ujar Suhendar.

Baca Juga :  Mengaku Sebagai ART, Padahal Dewi Astutik Gembong Narkoba

Ia menduga pembongkaran terjadi karena warga menuntut kejelasan status jalan kepada Pemkot Tangsel. Menurutnya, pagar itu menghambat aktivitas harian warga.

Meski bersyukur, Suhendar menyayangkan pembongkaran yang dilakukan bersamaan dengan aksi warga.

“Apakah harus didemo dulu baru dibongkar?” sindirnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini