Pemprov Banten dorong ketahanan pangan lewat pengembangan padi gogo, distribusi pupuk subsidi, dan pembangunan infrastruktur pertanian. Produksi GKG ditargetkan capai 1,85 juta ton.
Aktual Tangerang – Pemprov Banten terus memperkuat program ketahanan pangan, salah satunya melalui pengembangan padi gogo di lahan seluas 15.417 hektare di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
Langkah ini merupakan bagian dari arahan Gubernur Banten Andra Soni yang meminta agar isu ketahanan pangan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten.
“Kami akan garap melalui dua pendekatan utama: ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian,” kata Sekretaris Daerah Banten, Deden Apriandhi, Jumat (12/9/2025).
Menurut Deden, ekstensifikasi akan dilakukan melalui pencetakan sawah swadaya yang melibatkan dunia usaha serta pemanfaatan lahan milik Perhutani di Pandeglang dan Lebak.
Intensifikasi pertanian dilakukan melalui, penyediaan benih unggul, penyaluran pupuk subsidi sebanyak 82.904 ton, distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga harga dan distribusi pupuk agar petani tetap mendapat margin keuntungan yang layak,” tegas Deden.
Baca juga:
Deden mencontohkan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 7,5 km di Desa Cipedang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang berhasil menekan biaya distribusi hasil panen secara signifikan.
“Sebelum dibangun, biaya angkut dari 3.000 hektare lahan bisa mencapai Rp8 miliar per musim. Kini hanya sekitar Rp 2 miliar. Efisiensi ini berdampak langsung ke peningkatan keuntungan petani,” jelasnya.
Target Produksi Padi Banten 2025
Pada 2024, produksi gabah kering giling (GKG) di Banten tercatat sebesar 1,501 juta ton. Tahun 2025, Pemprov menargetkan peningkatan menjadi 1,73 juta ton, bahkan menembus 1,85 juta ton.
“Ini bukan sekadar prestasi, tapi tantangan besar. Kita harus menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian,” ucap Deden.
Untuk mendukung berbagai program tersebut, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp8,8 miliar dalam APBD 2025, dan tambahan Rp4,3 miliar dalam APBD Perubahan 2025.
Dana ini difokuskan untuk penyediaan benih dan pupuk, pengadaan alsintan, pelatihan bagi petani dan penyuluh, juga untuk pengembangan infrastruktur pertanian.








Leave a Reply