Penerbangan Timur Tengah Ditutup, Jemaah RI di Arab Saudi Aman

Adi Subchan - 01 March 2026

Sebanyak 214 calon haji Tangerang batal berangkat karena belum melunasi Bipih. (Foto: Dok Kementerian Agama/Ilustrasi)
Sebanyak 214 calon haji Tangerang batal berangkat karena belum melunasi Bipih. (Foto: Dok Kementerian Agama/Ilustrasi)

Eskalasi konflik AS–Iran memicu penutupan wilayah udara Timur Tengah. Jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi menunggu kepastian penerbangan.

Aktual Tangerang – Sejumlah jamaah umrah Indonesia masih tertahan di Arab Saudi. Penundaan terjadi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Beberapa negara Timur Tengah menutup sementara wilayah udaranya. Kebijakan itu memicu pembatalan dan penundaan penerbangan internasional.

Maskapai terdampak antara lain Qatar Airways. Selain itu, Emirates dan Etihad Airways ikut menyesuaikan jadwal. Turkish Airlines juga dilaporkan membatalkan sejumlah rute.

Rute Jeddah dan Doha termasuk yang terdampak kebijakan tersebut. Padahal jalur itu menjadi transit utama jamaah Indonesia.

Natria Baskoro, jamaah asal Indonesia, kini berada di Madinah. Ia seharusnya pulang ke Indonesia pada Ahad (1/3/3026). Penerbangannya dijadwalkan transit di Doha.

“Sampai sekarang kami masih menunggu kepastian dari maskapai,” kata Natria.

Baca Juga :  Iran Siapkan Serangan Balasan atas Kematian Ali Khamenei

Ia memastikan kondisi Madinah tetap aman dan kondusif. “Ibadah tetap berjalan normal tanpa gangguan,” ujarnya.

Namun, sebagian jamaah mengaku cemas dengan perkembangan situasi regional. “Kami berharap konflik tidak meluas,” kata Natria.

Ia juga berharap penerbangan segera kembali normal. Eskalasi terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan balasan.

Beberapa negara Teluk meningkatkan kewaspadaan penerbangan sipil. Qatar dan Uni Emirat Arab membatasi lalu lintas udara.

Otoritas penerbangan masih mengevaluasi situasi keamanan kawasan. Maskapai menunggu kepastian sebelum membuka rute secara penuh.

Jamaah diminta memantau informasi resmi maskapai dan biro perjalanan. Penjadwalan ulang akan diumumkan sesuai perkembangan situasi. (Penulis: Robby Kurniawan)

Baca Juga :  Serang Iran, AS-Israel Langgar Piagam PBB

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini