Penampakan 250 Rumah Gratis di Tangerang untuk Rakyat Miskin

Adi Subchan - 03 September 2026

Sebanyak 250 rumah gratis untuk MBR di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, telah selesai dibangun. Hunian didukung CSR Rp60 miliar. (Foto: Tangkapan layar YouTube/TVR Parlemen)
Sebanyak 250 rumah gratis untuk MBR di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, telah selesai dibangun. Hunian didukung CSR Rp60 miliar. (Foto: Tangkapan layar YouTube/TVR Parlemen)

Sebanyak 250 rumah gratis untuk MBR di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, telah selesai dibangun. Hunian didukung CSR Rp60 miliar.

Aktual Tangerang – Sebanyak 250 rumah gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tangerang disebut telah selesai dibangun.

Hunian tersebut berada di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Rumah gratis tersebut dibangun Agung Sedayu Group melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Pembangunan menggunakan lahan hibah seluas 2,5 hektare milik PT Bumi Samboro Sukses.

Sebagian kepemilikan perusahaan tersebut terkait dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Kementerian PKP sebelumnya memperlihatkan penampakan kawasan perumahan tersebut melalui sebuah video singkat.

Dari udara, terlihat deretan rumah beratap abu-abu yang terbagi dalam empat jalan utama.

Bangunan rumah dan jalan lingkungan terlihat sudah tertata rapi. Namun, belum banyak pepohonan terlihat di sekitar kawasan perumahan tersebut.

Sisi kanan kawasan berbatasan dengan permukiman umum masyarakat. Sementara sisi kiri kawasan tersebut berbatasan langsung dengan area persawahan.

Baca Juga :  Cegah Tawuran Pelajar, Polsek Ciputat Timur Luncurkan Program CETAR

Rumah Tipe 36, Lengkap dengan Perabotan

Rumah-rumah tersebut memiliki satu lantai dengan desain minimalis. Fasad bangunan didominasi warna abu-abu dan cokelat.

Setiap rumah dilengkapi taman kecil dan carport untuk kendaraan. Rumah-rumah tersebut tidak menggunakan kanopi maupun pagar.

Rumput telah ditanam di area taman depan setiap rumah. Terdapat pula tanaman kecil dengan tinggi sekitar betis orang dewasa. Meski belum ditempati, lingkungan perumahan terlihat bersih dan tertata.

Berdasarkan papan informasi pembangunan, setiap rumah memiliki tipe 36. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 60 meter persegi dengan ukuran 6×10 meter.

Setiap rumah terdiri atas dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Hunian tersebut juga memiliki ruang keluarga serta dapur.

Area parkir disiapkan untuk satu mobil dan satu sepeda motor. Desain rumah mengusung konsep minimalis dengan dominasi warna abu-abu.

Pembangunan juga dirancang inklusif serta mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan.

Dibangun dengan Dana CSR Rp60 Miliar

Agung Sedayu Group turut mendukung pembangunan melalui program CSR senilai Rp60 miliar.

Akses keluar masuk kawasan dirancang menggunakan sistem satu gerbang atau one gate system.

Baca Juga :  Kabupaten Tangerang Kekurangan 16.500 Titik Penerangan Jalan

Sejumlah fasilitas umum juga direncanakan tersedia di kawasan tersebut. Fasilitas itu meliputi taman, masjid, lapangan serbaguna, dan sekolah.

Saat groundbreaking pada 1 November 2024, Maruarar Sirait menjelaskan sumber lahan pembangunan tersebut.

“Jadi tanahnya ini sebagian punya Menteri (Ara), sebagian punya Pak Dino (Bumi Samboro). Karena sebagai menteri kita kasih contoh gotong royong,” kata Ara di lokasi groundbreaking, Jumat (1/11/2024).

Saat itu, pembangunan ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Rumah tersebut nantinya diberikan kepada penerima dalam kondisi lengkap dengan perabotan atau full furnished.

Maruarar sebelumnya berencana meresmikan perumahan tersebut pada 28 Oktober 2025. Namun, rencana peresmian tersebut belum terealisasi hingga kini.

Ara menyebut 250 unit rumah tersebut sebenarnya sudah siap sejak 31 Oktober 2025. Namun, peresmian masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau langsung kawasan tersebut.

“Kita masih menunggu jadwal dari pak presiden, kita sudah siap dari tanggal 31 Oktober sesuai dengan apa yang kita siapkan. Tapi kan soal waktunya kita nunggu dari sana (presiden),” kata Ara di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).

Penerima Rumah Belum Ditentukan

Meski pembangunan telah selesai, calon penerima rumah gratis tersebut belum ditentukan.

Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan penerima utama merupakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Latar belakang profesi calon penerima dapat berasal dari berbagai kelompok masyarakat. Mereka antara lain TNI-Polri, nelayan, petani, pedagang, tenaga kesehatan, dan guru.

Pemerintah juga melakukan pendataan bersama pemerintah daerah untuk memastikan penerima tepat sasaran.

“Jadi bersama timnya pak bupati, dengan pak bupati, BPS, kita saat ini juga sedang melihat gitu ya, karena penentuannya nanti dari pak bupati, supaya kriteria MBR-nya betul-betul tepat sasaran,” ujar Sri kepada media, Selasa (4/11/2025).

Pada November 2025, Sri menyatakan seluruh rumah tersebut telah selesai dibangun.

Ia juga menyebut kualitas material rumah sangat baik untuk menunjang kenyamanan dan keamanan penghuni.

“Jadi boleh datang ke sana, di Cituis, nanti alamatnya saya kirim. Itu sudah jadi semua tuh 250 (unit), dengan kualitas yang sangat baik,” pungkas Sri. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini