Pemkot Tangsel Janji bakal Bangun Rumah Korban Ledakan Tabung Gas

Adi Subchan - 14 September 2025

PEMKOT Tangerang Selatan (Tangsel) akan membangun rumah para korban ledakan gas elpiji di di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang. (Foto: ANTARA)
PEMKOT Tangerang Selatan (Tangsel) akan membangun rumah para korban ledakan gas elpiji di di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang. (Foto: ANTARA)

Pemkot Tangsel menyalurkan bantuan darurat, menanggung kontrakan warga terdampak, hingga membangun kembali rumah korban ledakan gas di Pamulang. Ledakan dipicu kebocoran elpiji, 16 KK terdampak.

Aktual Tangerang  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan hadir mendampingi warga terdampak ledakan gas di Jalan Talas II, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang. Selain menyalurkan bantuan darurat, Pemkot berkomitmen memperbaiki hingga membangun kembali rumah warga yang rusak.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan warga menghadapi musibah sendirian.

“Kami upayakan yang terbaik untuk seluruh korban, mulai pemulihan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, sampai pembangunan kembali rumah mereka. Pemerintah hadir memastikan warga tidak sendiri,” ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu (13/9/2025).

Kepala Dinas Sosial Tangsel Mohammad Ervin Ardani menyebut pihaknya sejak pagi pascaledakan sudah menyalurkan bantuan darurat, mulai sembako, kasur, hingga kompor untuk dapur umum BPBD. Bantuan lain berupa pakaian, susu, diapers, dan kebutuhan penting lainnya juga dibagikan.

“Kami bersama Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) akan memberikan layanan psikologis trauma bagi korban,” jelasnya.

Dinsos Tangsel juga menunggu hasil pendataan lurah dan camat untuk menentukan warga terdampak yang akan ditanggung biaya kontrakannya oleh Pemkot.

Salah satu korban Ahmad Fadli yang rumahnya rusak hingga 80 persen, berharap janji pemerintah benar-benar terealisasi.

“Enggak mungkin kami perbaiki sendiri. Kalau Pemkot benar turun tangan, alhamdulillah, warga sangat bersyukur,” katanya.

Baca juga:

Penyebab Ledakan

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri memastikan ledakan murni dipicu kebocoran gas elpiji. Regulator ditemukan rusak, tabung gas 12 kg kosong, dan tuas kompor dalam posisi menyala.

Baca Juga :  Cegah Pungli, Pemkot Tangsel bakal Gratiskan Seragam Sekolah

“Tidak ada bahan peledak di lokasi. Ledakan murni akibat akumulasi gas elpiji,” tegas Kompol Nofriansyah.

BPBD Tangsel mencatat 16 kepala keluarga atau 84 jiwa terdampak, dengan 13 rumah rusak, terdiri dari tiga roboh, empat rusak sedang, dan enam rusak ringan. Sebagian warga mengungsi sementara di Mushola Daarun Naim yang berjarak 100 meter dari lokasi.

Kebutuhan mendesak di posko pengungsian meliputi matras, selimut, terpal, air mineral, logistik, tambahan gizi, serta layanan kesehatan.

Kapolres Tangsel AKBP Viktor Inkiriwang menyampaikan tujuh warga mengalami luka, termasuk seorang balita dan ibu hamil. Semua korban sudah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.

“Syukurlah tidak ada korban jiwa. Situasi terkendali dan TKP sudah diamankan,” ujarnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini