Pemkab Bogor menghentikan pengolahan sampah Tangsel di TPA Cileungsi akibat izin mitra swasta belum lengkap.
Aktual Tangerang –:Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali menghadapi penolakan terkait pembuangan sampah di sejumlah wilayah.
Sampah Tangsel sebelumnya ditolak warga Kota Serang di TPA Cilowong, Banten. Warga menolak rencana pengiriman sekitar 500 ton sampah ke lokasi tersebut.
Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan pemrosesan sampah Tangsel di Cileungsi. Penghentian diduga terkait perizinan PT Aspex Kumbong yang dinilai belum lengkap.
PT Aspex Kumbong merupakan mitra swasta Pemkot Tangsel dalam pengelolaan sampah.
Meski begitu, Pemkot Tangsel mengklaim komunikasi dengan Pemkab Bogor masih terus dilakukan.
“Komunikasi terus berjalan, kita tunggu kepastian dari Bogor,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan di Serua, Ciputat, Rabu (14/1/2026).
Pilar menyebut koordinasi teknis dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Sekretaris Daerah.
Awalnya, Pemkot Tangsel menerima informasi izin perusahaan tersebut sudah lengkap. Namun, Pemkab Bogor menghentikan aktivitas pengolahan sampah skala besar.
Pemkab Bogor menyebut perusahaan belum mengantongi izin pengelolaan dan persetujuan lingkungan. DLH Bogor melaporkan izin perusahaan hanya mencakup limbah B3 dan kertas.
“Saya dapat informasi izin lengkap, tapi sekarang sedang kita cek kembali,” kata Pilar.
Ke Mana Sampah Tangsel Dibuang
Dengan dihentikannya pengiriman sampah ke Cileungsi, Pemkot Tangsel harus mencari lokasi alternatif segera.
Pilar menilai opsi penanganan saat ini terbatas karena banyak TPA sedang dievaluasi KLH.
“Kondisi di kebanyakan TPA se-Indonesia saat ini sedang dievaluasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Mereka sedang membenahi persoalan internal,” jelas Pilar.
Beberapa lokasi masih menampung sampah Tangsel, meski kapasitasnya sangat terbatas:
1. TPA Cilowong, Serang – 10 truk per hari
Pilar menyebut TPA Cilowong masih menerima sampah Tangsel, tapi kapasitasnya kini dibatasi 10 truk per hari. Jumlah tersebut kecil dibandingkan produksi sampah Tangsel yang mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
“Cilowong masih berjalan, walaupun sekarang hanya bisa menampung 10 truk per hari,” kata Pilar.
Sebelumnya, TPA Cilowong pernah menolak sampah Tangsel akibat protes warga.
2. TPST Nambo, Bogor – 20 ton per hari
Pilar mengungkap TPST Nambo dikelola Pemprov Jawa Barat masih menerima sampah Tangsel, meski jumlahnya terbatas.
“Nambo hanya menerima 20 ton per hari. Kami terus membangun komunikasi dengan pihak lain agar kuota bertambah,” kata Pilar.
Dia menambahkan, target pengiriman bisa naik menjadi 500 ton per hari, tetapi ada persoalan internal yang harus diselesaikan.
“Kita harus pastikan tidak menimbulkan masalah sosial atau lingkungan di sana,” ujar Pilar.
3. Opsi Transit di TPA Cipeucang
Pemkot Tangsel mempertimbangkan TPA Cipeucang sebagai titik transit sampah sementara, sambil menunggu kajian teknis.
Rencananya, Pemkot akan membangun Material Recovery Facility (MRF) untuk memilah sampah di Cipeucang.
“Kalau mau dimanfaatkan, kita harus selesaikan dulu MRF. Untuk transit, saya belum tahu apakah bisa,” jelas Pilar.
Transit di sini berarti menurunkan sampah sementara sebelum dikirim ke lokasi lain, namun mekanismenya belum pasti legal atau memungkinkan.








Leave a Reply