Pemkab Tangerang menggandeng pesantren, guru ngaji, dan ustaz untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, serta TPPO.
Aktual Tangerang – Pemkab Tangerang memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Langkah itu juga mencakup pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan guru ngaji, ustaz, ustazah, dan pengelola pondok pesantren.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menilai kolaborasi dunia pendidikan sangat penting.
Menurutnya, edukasi menjadi kunci menekan berbagai bentuk kekerasan di masyarakat.
“Kami mohon bantuan guru ngaji, ustaz, ustazah, dan pengelola pesantren untuk bersama mencegah pelanggaran pidana,” kata Maesyal, Minggu (21/6/2026).
Ia meminta para tokoh agama terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Maesyal menegaskan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar persoalan hukum.
Menurutnya, tindakan tersebut juga merupakan tragedi kemanusiaan. “Persoalan kekerasan bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, tetapi tragedi kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menyoroti peningkatan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi setiap tahun. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut berperan dalam pencegahan.
Menurut Maesyal, pesantren memiliki posisi strategis dalam pembinaan keluarga dan masyarakat. Edukasi dari pemuka agama dinilai lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami berharap edukasi tentang keharmonisan rumah tangga dan pola asuh anak terus disampaikan,” katanya.
Selain pencegahan kekerasan, Pemkab Tangerang juga mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren. Maesyal meminta DP3A memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung program tersebut.
Lahan kosong di lingkungan pesantren dinilai dapat dimanfaatkan secara produktif. Pemanfaatannya dapat berupa budidaya hortikultura, tanaman palawija, maupun perikanan bioflok.
“Kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan santri serta tenaga pengajar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan sekolah harus bebas dari kekerasan. Menurutnya, lingkungan pendidikan wajib menjadi ruang aman bagi anak.
“Tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” tegas Intan.
Ia mengingatkan kekerasan verbal maupun perundungan dapat berdampak panjang bagi anak.
Luka psikologis akibat kekerasan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.nKarena itu, pendidikan harus mengedepankan kasih sayang dan komunikasi positif.
Intan menilai guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. “Guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, dan teladan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran guru PAUD dan TK pada masa emas pertumbuhan anak.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi semua pihak. Kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha dinilai sangat penting.
Intan menegaskan komitmen Pemkab Tangerang mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Ia mengajak seluruh guru memperkuat sinergi menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.
“Ketika anak tumbuh tanpa kekerasan, kita sedang menyiapkan generasi yang berdaya saing,” pungkasnya. (*)








Leave a Reply