Menteri AHY dorong pengembangan fasilitas nelayan di Mauk, Tangerang. Pemerintah juga buka 35.476 rekrutmen transparan tanpa pungutan.
Aktual Tangerang – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan fasilitas nelayan di pesisir Tangerang.
Program tersebut difokuskan di Kampung Nelayan Merah Putih, Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.
“Kawasan ini akan dilengkapi, bukan hanya perumahan nelayan,” ujar AHY, Jumat, 17 April 2026.
Ia menegaskan, fasilitas penunjang produktivitas nelayan akan dibangun secara berkelanjutan.
Pemerintah sebelumnya telah membangun 110 unit rumah layak huni bagi nelayan setempat. Selanjutnya, pengembangan kawasan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi lintas sektor.
Program mencakup perlindungan pesisir, fasilitas produksi, hingga distribusi hasil tangkapan laut.
AHY menyebut pembangunan breakwater dan tanggul akan dilakukan di pesisir utara Kabupaten Tangerang.
“Langkah ini penting untuk melindungi kawasan dari dampak gelombang laut,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah akan membangun dermaga khusus untuk perahu nelayan. Fasilitas tersebut diharapkan memperlancar aktivitas sandar dan bongkar muat hasil tangkapan.
“Aktivitas nelayan bisa lebih tertata dan produktivitas meningkat,” kata AHY.
Ia juga menyoroti pentingnya teknologi penyimpanan ikan berbasis slurry ice. Teknologi ini menggunakan air laut untuk menjaga kualitas ikan lebih lama.
“Dengan slurry ice, kesegaran ikan terjaga dan nilai jual meningkat,” ujarnya.
Pemerintah turut menyiapkan fasilitas SPBU khusus nelayan di kawasan tersebut. Fasilitas ini diharapkan mempermudah akses bahan bakar bagi armada penangkapan.
Selain itu, bengkel perbaikan kapal akan dibangun untuk mendukung perawatan armada. “Perawatan kapal menjadi lebih efisien dan operasional nelayan lebih optimal,” tambahnya.
Penguatan infrastruktur dasar juga menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan. Pemerintah akan melengkapi jalan lingkungan, sanitasi, dan penerangan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti aspek kelembagaan program. Ia memastikan rekrutmen pegawai dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Proses seleksi bebas titipan dan tanpa pungutan biaya,” tegas Zulkifli.
Pemerintah membuka 35.476 formasi untuk mendukung operasional program nasional tersebut.
Rekrutmen ditujukan untuk memperkuat pengelolaan koperasi desa dan kawasan pesisir. Seluruh proses seleksi dilakukan melalui Panitia Seleksi Nasional secara resmi.
“Kami pastikan tidak ada jalur khusus atau orang dalam,” kata Zulkifli. ***









Leave a Reply