Krisis Air Bersih, Siswa SDN Kademangan 02 Numpang Toilet Warga

Adi Subchan - 19 August 2026

ILUSTRASI - Krisis air bersih kembali melanda SDN Kademangan 02 Tangsel saat kemarau. Siswa terpaksa menggunakan toilet warga ketika air sekolah habis. (Foto: iStockphoto)
ILUSTRASI - Krisis air bersih kembali melanda SDN Kademangan 02 Tangsel saat kemarau. Siswa terpaksa menggunakan toilet warga ketika air sekolah habis. (Foto: iStockphoto)

Krisis air bersih kembali melanda SDN Kademangan 02 Tangsel saat kemarau. Siswa terpaksa menggunakan toilet warga ketika air sekolah habis.

Aktual Tangerang – Kekurangan air bersih kembali menghantui SDN Kademangan 02, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Sumber air di lingkungan sekolah menyusut hingga tidak mencukupi kebutuhan harian sekolah. Kondisi itu dialami guru, pegawai, hingga ratusan siswa SDN Kademangan 02.

Bahkan, siswa terpaksa menggunakan toilet warga ketika persediaan air sekolah benar-benar habis.

Wakil Kepala SDN Kademangan 02, Jumaroh, membenarkan kondisi tersebut.

“Iya kalau pas kemarau (krisis air),” kata Jumaroh, Rabu (19/8/2026).

Menurut Jumaroh, persoalan air biasanya hanya terjadi ketika musim kemarau. Di luar musim kemarau, gangguan air umumnya disebabkan masalah teknis pada mesin pompa.

Namun, kondisi sumber air berubah drastis saat musim kemarau. Akibatnya, persediaan air sekolah dapat habis sebelum aktivitas belajar selesai.

Baca Juga :  Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta

Jumaroh mengatakan, BPBD Kota Tangsel sempat mendistribusikan bantuan air pada Senin (10/8). Sebelum bantuan tiba, toren penampungan sekolah sudah kosong sejak siang.

“Itu pun sudah siang ya enggak ada air tuh, toren sudah kosong, saya pun salatnya pulang,” ujarnya.

Krisis air tersebut turut mengganggu kebutuhan sanitasi siswa. Ketika air habis, pihak sekolah mengarahkan siswa menggunakan toilet warga sekitar.

“Anak-anak kita sarankan ke tempat temannya yang rumahnya dekat, numpang,” kata Jumaroh.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak ideal bagi lingkungan sekolah. Sebab, ketersediaan air menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi siswa.

Terlebih, siswa tetap membutuhkan toilet untuk buang air kecil maupun besar.

“Kalau misalkan toilet, anak sudah kebelet, namanya butuhnya juga ada yang BAB, ada yang kencing, ini kan jadi tempat penyakit ini,” jelasnya.

Sekolah sebelumnya juga meminta siswa membawa air bersih dari rumah. Air tersebut dibawa menggunakan botol untuk membantu memenuhi kebutuhan selama berada di sekolah.

Namun, langkah tersebut hanya menjadi solusi sementara menghadapi kekurangan air. Jumaroh berharap Pemkot Tangsel dapat menghadirkan solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Vape Narkoba Beredar di Tangerang, Barang Bukti 29 Cartridge

Menurutnya, sekolah membutuhkan sarana yang mampu menjamin ketersediaan air bersih.

“Mungkin kalau ada solusi ya bagaimana enaknya mah, misal ditangani melalui perbaikan instalasi air maupun pembangunan sarana penunjang yang mampu menjamin ketersediaan air bersih di sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Komandan Pleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengirimkan air. BPBD biasanya mendistribusikan sekitar 1.000 liter air dalam setiap pengiriman.

Menurut Dian, jumlah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah dalam kondisi darurat. Namun, distribusi air masih menghadapi kendala teknis di lapangan.

“Salah satu kendalanya itu contoh keterbatasan alat berupa pipa panjang untuk menyalurkan air langsung ke toren sekolah,” ucapnya.

Jarak toren dari titik penyaluran juga menjadi kendala bagi petugas BPBD.

“Terus juga jarak toren yang berada lebih dari 2,5 meter dari titik penyaluran membuat petugas BPBD kesulitan mengalirkan air secara langsung,” katanya.

Dian menyebut distribusi dapat dilakukan lebih mudah jika peralatan pendukung tersedia.

“Sebenernya kalau ada alatnya, kita bisa,” pungkas Dian. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini