BMKG UPT Merak menjelaskan penyebab sembilan petani tersambar petir di Sawah Luhur. Empat di antaranya meninggal dunia.
Aktual Tangerang – BMKG UPT Merak menjelaskan penyebab manusia dapat tersambar petir.
Penjelasan ini disampaikan setelah sembilan warga Sawah Luhur tersambar petir saat berteduh di saung sawah.
Ketua Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG UPT Merak, Trian Asmarahadi, menyebut petir mencari konduktor tertinggi di sekitar lokasi.
“Petir akan mencari titik tertinggi sebagai konduktor,” kata Trian.
Ia menegaskan posisi manusia di area terbuka sangat berisiko saat cuaca ekstrem.
Menurutnya, keberadaan manusia dekat awan kumulonimbus meningkatkan peluang lompatan energi listrik.
“Orang yang berdiri di tengah sawah bisa menjadi konduktor alami,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat menghindari area terbuka ketika awan gelap mulai terbentuk.
Trian menjelaskan komulonimbus dikenal sebagai “awan pembunuh” karena memicu kilat berulang.
“Kalau sudah terlihat kilatan atau terdengar bunyi, segera cari tempat aman,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa Kota Serang masih berada pada masa pancaroba. Musim ini ditandai peningkatan aktivitas petir di beberapa wilayah.
Trian mengimbau masyarakat selalu waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
Jika awan tebal muncul dan petir mulai terdengar, masyarakat diminta segera berlindung. “Jangan berteduh di bawah pohon atau benda tinggi,” tegasnya.
Ia juga menyebut saung di tengah sawah bukan tempat aman saat hujan.
Peristiwa petir di Sawah Luhur terjadi Selasa sore. Hujan lebat disertai angin kencang membuat sembilan petani berteduh di gubuk sawah. Petir kemudian menyambar gubuk tersebut.
Warga bernama Aenudin mengatakan para petani sedang membersihkan sawah sebelum hujan turun.
“Jumlahnya sembilan orang. Mereka berteduh saat hujan mulai deras,” ujar Aenudin.
Sambaran petir merusak bagian struktur gubuk. Empat petani meninggal dunia di lokasi kejadian.
Lima petani lain mengalami luka dan masih menjalani perawatan medis.








Leave a Reply