Debit Sungai Cisadane di Kota Tangerang turun 12 persen saat puncak kemarau 2026. Balai DAS menutup pintu bendung demi menjaga pasokan air baku.
Aktual Tangerang – Debit air Sungai Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang, turun sekitar 12 persen. Penurunan terjadi saat puncak musim kemarau 2026.
Balai UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane menutup seluruh pintu Bendung Pasar Baru. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.
Kepala Balai UPT DAS Cidurian Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan penutupan pintu bendung bertujuan mempertahankan tinggi muka air di bagian hulu.
“Kami menutup seluruh pintu bendung agar tinggi muka air di hulu tetap terjaga. Pasokan air ke instalasi pengolahan dan irigasi tetap terpenuhi,” kata Didik, Kamis (16/7/2026).
Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Perumda Air Minum untuk melakukan normalisasi di area intake. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran pengambilan air baku.
“Normalisasi dilakukan agar pengambilan air baku tetap berjalan maksimal. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” ujarnya.
Didik menjelaskan penurunan debit Sungai Cisadane merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap musim kemarau. Namun, kondisi tahun ini dinilai lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kondisi tahun ini lebih ekstrem karena curah hujan lebih rendah. Debit Sungai Cisadane mengalami penurunan sekitar 12 persen,” katanya.
Balai UPT DAS Cidurian Cisadane terus memantau kondisi sungai selama musim kemarau. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih parah.
Didik memastikan pasokan air baku dan irigasi pertanian masih berada dalam kondisi aman. Meski demikian, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan.
“Hingga saat ini pasokan air baku dan irigasi pertanian masih aman. Kami terus memantau debit air secara berkala,” ucapnya.
Ia menambahkan, langkah lanjutan akan dilakukan jika musim kemarau semakin ekstrem. Prioritas utama ialah menjaga pasokan air baku, irigasi, dan fungsi pengendalian banjir.
Didik juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Upaya itu penting untuk menjaga ketersediaan air hingga musim hujan tiba. (*)








Leave a Reply