Kekeringan Meluas, Warga Kranggan Krisis Air Bersih

Adi Subchan - 18 July 2026

Warga Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangsel mengambil air bersih yang disuplai BPBD Tangsel. (Foto: kompas.com)
Warga Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangsel mengambil air bersih yang disuplai BPBD Tangsel. (Foto: kompas.com)

Kekeringan melanda Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Tangsel. Warga bergantung pada pasokan BPBD dan mendesak pembangunan sumur bor komunal.

Aktual Tangerang – Kekeringan kembali melanda RW 02 Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Selama hampir dua pekan, puluhan warga bergantung pada pasokan air bersih dari BPBD. Sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau.

Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan wilayah terdampak berada di RT 4 dan RT 6.

Menurutnya, RT 6 mengalami dampak paling parah. Kondisi itu dipengaruhi karakter tanah yang membuat sumber air lebih cepat surut.

“RT 6 dulu yang terdampak, kemudian merembet ke RT 4. RT 6 memang paling parah karena kultur tanahnya,” kata Nasrullah, Jumat (17/7/2026).

Nasrullah menyebut sekitar 10 kepala keluarga di RT 4 turut terdampak. Sebagian sumur sudah tidak lagi mengeluarkan air. Sebagian lainnya hanya mengeluarkan sedikit air.

Baca Juga :  KLH Segel Pabrik Pembakaran Limbah Aluminium Foil di Tangerang

Warga harus menunggu air kembali merembes ke dalam sumur. Kondisi tersebut terjadi pada sumur bor maupun sumur gali.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan distribusi air bersih. BPBD bersama instansi terkait rutin mengirim pasokan air ke lokasi.

Air bersih ditampung di toren milik warga. Toren tersebut sebelumnya digunakan saat kemarau panjang pada 2023.

“Alhamdulillah kami terus berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan, BPBD, dan instansi lainnya,” ujarnya.

“Mereka merespons kebutuhan warga sehingga distribusi air masih berjalan,” lanjut Nasrullah.

Meski demikian, bantuan air dinilai hanya menjadi solusi sementara. Menurut Nasrullah, krisis air akan terus berulang setiap musim kemarau.

Karena itu, warga mengusulkan pembangunan sumur bor komunal. Sejumlah warga telah bersedia menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah ada warga yang siap menyediakan lahan. Hampir setiap RT sudah ada lahannya,” katanya.

Baca Juga :  Musim Kemarau Telah Tiba, Serpong Dilanda Kekeringan

Namun, hingga kini pembangunan sumur bor belum terealisasi. Nasrullah mengatakan usulan itu sudah diajukan sejak lama.

Awalnya, pembangunan terkendala ketersediaan lahan. Kini, kendala tersebut telah teratasi.

“Sudah kami ajukan sejak lama. Sekarang lahannya sudah ada. Tinggal menunggu realisasi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera membangun sumur bor komunal.

Menurutnya, fasilitas itu menjadi solusi jangka panjang bagi warga.

“Kalau sumur bor dibangun dan airnya bagus, kebutuhan warga bisa terpenuhi setiap kemarau,” pungkas Nasrullah. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini