Kekeringan Meluas, 1.674 Warga Tangsel Krisis Air Bersih

Adi Subchan - 11 August 2026

ILUSTRASI - Kekeringan meluas di Tangsel. BPBD telah menyalurkan 281.150 liter air bersih kepada warga terdampak hingga 10 Agustus 2026. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)
ILUSTRASI - Kekeringan meluas di Tangsel. BPBD telah menyalurkan 281.150 liter air bersih kepada warga terdampak hingga 10 Agustus 2026. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)

Kekeringan meluas di Tangsel. BPBD telah menyalurkan 281.150 liter air bersih kepada warga terdampak hingga 10 Agustus 2026.

Aktual Tangerang – Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas selama musim kemarau. BPBD Tangsel kini mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih setiap hari kepada warga terdampak.

Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat.

“Rata-rata per harinya kita distribusi ke masyarakat 20 ribu sampai 30 ribu liter per harinya,” kata Essa, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan permintaan yang diterima BPBD, terdapat 13 titik terdampak kekeringan. Data tersebut dihimpun sejak 8 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, BPBD Tangsel telah menyalurkan 281.150 liter air bersih. Jumlah warga terdampak juga terus meningkat hingga mencapai 317 kepala keluarga (KK).

Total warga yang terdampak kekeringan mencapai 1.674 jiwa hingga 10 Agustus 2026. Salah satu lokasi tambahan berada di SDN Kademangan 02.

Sebanyak 478 guru dan murid di sekolah tersebut turut terdampak kondisi kemarau.

Selain menggunakan tangki, Pemkot Tangsel menyediakan tempat penampungan air bagi warga terdampak.

Baca Juga :  Ciputat dan Serang Masuk Daftar Kota Terpanas di Indonesia

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang telah mendistribusikan 135 toren ke sejumlah lokasi. Setiap toren memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter air.

Penempatan toren dilakukan berdasarkan kajian analis risiko bencana. Langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan air dapat ditampung dan dimanfaatkan warga.

Kekeringan Melanda Kampung Koceak

Salah satu wilayah yang mengalami krisis air berada di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan. Wilayah tersebut berada di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Kekeringan telah berlangsung sekitar sebulan dan melanda hampir seluruh wilayah RW 02.

Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan tiga RT terdampak kekeringan. Ketiga wilayah tersebut yaitu RT 04, RT 05, dan RT 06.

“Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada memang warga per-KK itu ada yang kekeringan,” ujar Nasrullah.

Menurut Nasrullah, jumlah warga yang mengalami kesulitan air terus bertambah.

Sebelumnya, warga terdampak diperkirakan sekitar 15 orang di setiap RT. Kini, jumlah warga yang membutuhkan bantuan air semakin meningkat.

Pemerintah kini mengirimkan bantuan air setiap hari ke wilayah tersebut. Air bantuan ditampung menggunakan toren yang ditempatkan pada sejumlah titik.

“Alhamdulillah dibantu dari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, Lurah Ekbang dan jajaran, kecamatan beserta BPBD yang menangani ini, semua terbantu. Yang tadinya dua hari sekali, sekarang setiap hari sekali,” katanya.

Baca Juga :  Pondok Maharta Tangsel Dikepung Banjir, 450 KK Terdampak

Warga Minta Solusi Permanen

Nasrullah menilai distribusi tangki air hanya menjadi solusi sementara bagi warga. Ia berharap pemerintah membangun fasilitas air bersih permanen melalui sumur bor dan jaringan pipanisasi.

Sejumlah warga bahkan bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah ada warga yang berkenan memberikan tanah misalkan 4 meter persegi untuk diborkan air sama dibikin toren.

Sehingga nantinya air itu bisa dimanfaatkan oleh warga dan kami difasilitasi pipanisasinya,” ujarnya.

Nasrullah mengatakan pengurus RT dan RW siap berkolaborasi dengan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan kekeringan.

“Kami RT/RW ingin berkolaborasi dengan pemerintahan yang mana kami sendiri yang berhadapan langsung.

Ya mudah-mudahan kami hanya bisa memohon, berharap, agar pemerintah sendiri bisa mengakomodir,” tuturnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini