Kekeringan di Tangsel meluas menjadi 21 titik. BPBD mencatat 2.090 jiwa terdampak dan distribusi air bersih mencapai 620.670 liter.
Aktual Tangerang – Kekeringan di Kota Tangerang Selatan terus meluas meski sejumlah wilayah sempat diguyur hujan.
BPBD Kota Tangsel mencatat terdapat 21 titik kekeringan hingga 27 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 17 titik yang tercatat pada 19 Agustus 2026.
Artinya, terdapat penambahan empat titik kekeringan hanya dalam waktu sekitar sepekan.
Kondisi tersebut semakin terlihat jika dibandingkan data pada 3 Agustus 2026. Saat itu, BPBD Tangsel baru mencatat 11 titik kekeringan di sejumlah wilayah.
Komandan Pleton (Danton) Satgas BPBD Tangsel Dian Wiryawan mengatakan Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan titik terbanyak. Dan, Kelurahan Keranggan menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 15 titik kekeringan.
“Kemudian empat titik lainnya berada di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, satu titik di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, dan satu titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong,” ujar Dian, Sabtu (29/8/2026).
Meluasnya kekeringan tersebut turut berdampak terhadap ribuan warga Tangsel. BPBD Tangsel mencatat 479 kepala keluarga atau 2.090 jiwa terdampak kondisi tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
“Adapun untuk memenuhi kebutuhan warga, distribusi air bersih hingga 27 Agustus 2026 telah mencapai 620.670 liter,” ucap Dian.
Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan
Dian mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bergantian menggunakan kendaraan dari berbagai pihak.
Bantuan kendaraan tersebut berasal dari pemerintah, TNI, Polri, perusahaan, lembaga sosial, dan sejumlah organisasi.
Selain itu, TNI AD, TNI AU SB Rumpin, dan Kepolisian turut membantu distribusi.
DMC Dompet Dhuafa, BBWS Ciliwung Cisadane, dan Rumah Zakat juga terlibat dalam penanganan. Langkah Amanah, UDD PMI Tangsel, hingga Pelopor turut mendukung distribusi air bersih.
“BPBD Tangsel masih akan terus melakukan penanganan secara bertahap, terutama dengan memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi masyarakat yang terdampak,” pungkas Dian. (*)








Leave a Reply