Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau warga memakai masker setelah 154 orang terpapar ISPA akibat asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengimbau warga memakai masker akibat asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.
Paparan asap memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak.
Dinkes mencatat 154 warga mengalami ISPA sejak kebakaran melanda TPA Jatiwaringin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan berbagai langkah telah dilakukan melindungi kesehatan masyarakat.
Selain membuka layanan kesehatan, petugas juga membagikan masker kepada warga terdampak. Dinkes juga melakukan edukasi setiap pagi dan sore mengenai bahaya paparan asap.
“Kita selain pelayanan kesehatan, kemudian bagi-bagi masker. Yang paling penting, kita woro-woro setiap hari,” kata Hendra, Jumat (3/7/2026).
Menurut Hendra, edukasi itu berisi cara menghindari infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap kebakaran. Warga juga diminta menghindari aktivitas di sekitar lokasi kebakaran.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat Kecamatan Rajeg, Sukadiri, dan Mauk.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat menjaga daya tahan tubuh selama musim kemarau. Penerapan pola hidup bersih dan sehat dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Masyarakat yang terdampak asap, segera hindari dengan berpindah lokasi. Jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker,” ujarnya.
Hendra mengingatkan ISPA harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi pneumonia. Menurutnya, pneumonia berisiko tinggi bagi balita dan kelompok rentan.
“Kalau jadi pneumonia akan berbahaya. Pada balita atau kelompok rentan bisa menyebabkan kematian,” katanya.
Hingga kini, Dinkes belum menerima laporan kasus pneumonia dari warga terdampak. Petugas terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
“Kalau baru ISPA sudah kita obati, Insyaallah tidak sampai pneumonia. Yang berbahaya jika tidak terdeteksi,” ujar Hendra.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut mengingatkan warga menghindari paparan asap. Peringatan diberikan karena kualitas udara di sekitar TPA memburuk.
Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut jauh melampaui baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, mengatakan paparan polusi berada di atas ambang aman.
“Kami sampaikan masyarakat sekitar tetap menggunakan alat pelindung diri, termasuk masker,” kata Rasio.
Selain PM2.5, kadar PM10 juga meningkat hingga sekitar 750 mikrogram per meter kubik. Baku mutu PM10 secara nasional berada di angka 75 mikrogram per meter kubik.
KLH juga mengukur kandungan sulfur oksida dan nitrogen oksida akibat kebakaran. Gas tersebut muncul dari pembakaran sampah, termasuk material plastik.
“Partikulat SOx dan NOx muncul karena yang terbakar di antaranya plastik. Tentu berdampak pada kesehatan,” ujarnya.
Rasio menilai polusi kebakaran TPA lebih berbahaya dibanding kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, timbunan sampah menghasilkan biomassa, gas metana, serta emisi dari pembakaran plastik.
“Kualitas udaranya dipengaruhi biomassa, gas metana, kemudian plastik yang ikut terbakar,” kata Rasio. (*)








Leave a Reply