Januari-April 2026, Kasus Baru HIV di Kabupaten Tangerang Tembus 203

Adi Subchan - 20 August 2026

Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV hingga April 2026. Sebanyak delapan kasus ditemukan pada balita dan 167 kasus pada usia produktif. (Foto: SHUTTERSTOCK/Ilustrasi)
Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 203 kasus HIV hingga April 2026. Sebanyak delapan kasus ditemukan pada balita dan 167 kasus pada usia produktif. (Foto: SHUTTERSTOCK/Ilustrasi)

Sebanyak 203 kasus baru HIV tercatat di Kabupaten Tangerang hingga April 2026. DPRD meminta deteksi dini diperkuat.

Aktual Tangerang – DPRD Kabupaten Tangerang mendorong penguatan deteksi dini kasus HIV di wilayah tersebut. Dorongan itu disampaikan setelah tercatat 203 kasus baru HIV sepanjang Januari hingga April 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat pemantauan.

Menurutnya, penanganan tidak cukup dilakukan setelah kasus ditemukan. Pemantauan juga diperlukan untuk mencegah penyebaran HIV semakin meluas.

“Ya kita dorong Dinas Kesehatan agar terus melakukan pemantauan, monitoring. Karena HIV salah satu penyakit yang berbahaya, bisa menular ke siapa saja,” kata Amud, Kamis (20/8/2026).

Amud meminta deteksi dini dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pemkab juga diminta mengawasi lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik penyebaran HIV.

“Deteksi dini harus segera dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dengan OPD terkait supaya tidak meluas penyebarannya,” ujarnya.

“Titik-titik yang memiliki potensi terjadi penyebaran itu harus diawasi secara ketat oleh Dinas Kesehatan. Saya kira ini tidak bisa dianggap remeh,” sambungnya.

Baca Juga :  Cuaca Banten Hari Ini: Tangsel dan Tangerang Berpotensi Hujan Ringan

DPRD Ajak Masyarakat Periksa Diri

Amud juga meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Masyarakat yang merasa memiliki risiko dianjurkan melakukan pemeriksaan HIV secara dini.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

“Kalau memang masyarakat merasa risih, ya saya pikir masyarakat harus ini sendiri, inisiatif sendiri dengan melakukan pemeriksaan dini kepada pos-pos kesehatan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Amud, pemeriksaan dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dia juga mendorong Dinkes segera mengambil langkah mitigasi terhadap potensi penyebaran HIV.

“Ya kita dorong lah untuk Dinkes melakukan mitigasi yang secepatnya,” ucapnya.

Dinkes Tangerang Jalankan Program Three Zero HIV

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi menyambut baik perhatian DPRD. Menurutnya, dukungan tersebut penting dalam upaya menemukan kasus HIV secara lebih dini. Pasalnya, proses menemukan orang dengan HIV positif menghadapi berbagai tantangan.

“Kita senang ada dukungan dari DPRD, karena mencari dan mendeteksi penderita HIV positif susah, biasanya penderitanya malu,” kata Hendra.

Baca Juga :  Nafa Urbach, Eko Patrio dan Ahmad Sahroni Hanya Diskorsing

Hendra mengatakan Dinkes Kabupaten Tangerang menjalankan program global penanggulangan HIV/AIDS. Program tersebut dikenal dengan kampanye Three Zero HIV.

Menurut Hendra, program itu memiliki tiga target utama dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Target pertama ialah mencegah penularan baru melalui edukasi, penggunaan kondom, tes rutin, dan pengobatan.

Target kedua ialah mewujudkan zero discrimination terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dan, target ketiga ialah menekan kematian yang berkaitan dengan AIDS atau zero AIDS-related deaths.

“Untuk mendukung target tersebut, Dinkes menyediakan tes HIV gratis di puskesmas dan rumah sakit serta obat antiretroviral (ARV) gratis seumur hidup bagi ODHA,” ungkapnya.

Dinkes juga terus memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi stigma terhadap ODHA di tengah masyarakat.

Dinkes Kabupaten Tangerang juga menyediakan layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) bagi ODHA.

“Three Zero HIV ini kita lakukan dengan kampanye global buat penanggulangan HIV AIDS,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini