Video mobil dinas Pemkot Tangsel di hotel Bandung viral. Pemkot menegaskan pelatihan merupakan program resmi dan bukan pemborosan anggaran.
Aktual Tangerang – Sebuah video memperlihatkan mobil dinas Pemkot Tangsel terparkir di hotel berbintang di Bandung, Jawa Barat.
Video itu viral dan memicu kecurigaan, Pemkot Tangsel berupaya menghabiskan anggaran jelang akhir 2025.
Dalam video tersebut, terlihat deretan mobil berpelat merah memenuhi area hotel pada 9–10 Desember 2025. Sebuah spanduk kegiatan kepemimpinan turut terpampang di area hotel tersebut.
Unggahan itu menyebut pejabat eselon II dan III mengikuti pelatihan di Bandung. Kegiatan itu diduga memakai anggaran hingga Rp1,5 miliar.
Menanggapi tu, Pemkot Tangsel memberikan penjelasan terkait pelaksanaan Leadership Training tersebut.
Kegiatan itu disebut sebagai program resmi yang sudah tercantum dalam RKPD 2025.
Kepala BKPSDM Tangsel Wahyudi Leksono menegaskan program itu bukan agenda mendadak.
“Pelatihan ini sudah disahkan dalam RKPD 2025 dan bersifat wajib,” ujar Wahyudi.
Ia menyebut kegiatan berlangsung empat hari dalam dua gelombang pada Desember 2025. Total peserta mencapai 200 pejabat dari eselon II dan III.
Wahyudi menjelaskan alasan pemilihan Kota Bandung untuk pelatihan tersebut. Menurutnya, Bandung memiliki fasilitas dan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
“Bandung menyediakan sarana pelatihan yang memadai dan narasumber relevan,” ucapnya.
Ia menilai suasana pelatihan di luar kota membantu peserta lebih fokus. “Peserta bisa belajar tanpa gangguan rutinitas kantor,” kata Wahyudi.
Wahyudi membantah anggapan pelatihan itu hanya ajang bersenang-senang pejabat. Ia menegaskan kegiatan dilakukan demi efektivitas pembelajaran aparatur.
“Pemilihan Bandung didasarkan pertimbangan profesional, bukan gaya-gayaan,” ujarnya.
Wahyudi menilai peningkatan kompetensi ASN harus dilakukan secara terukur. Menurutnya, pelatihan itu penting bagi kualitas layanan publik.
“Pelayanan berkualitas hanya tercipta dari ASN kompeten,” jelasnya.
Wahyudi menyebut pelatihan ini selaras dengan prinsip Merit System.
Ia mengatakan kegiatan itu sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. “Ini bentuk komitmen kami menerapkan Merit System secara objektif,” ujarnya.
Pelatihan dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi organisasi pemerintah.
Pemkot Tangsel Tidak Anti Kritik
Wahyudi mengaku pihaknya terbuka menerima berbagai kritik masyarakat.
“Kami sangat menghargai kritik sebagai bentuk kepedulian publik,” ujarnya.
Ia menilai kritik penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah.
Evaluasi internal disebut akan dilakukan setelah kegiatan tersebut rampung. “Kami ingin pelaksanaan berikutnya lebih efektif dan transparan,” pungkasnya.








Leave a Reply