Gugatan korban kecelakaan jalan berlubang di Pandeglang berakhir damai. Gubernur Banten berkomitmen membangun jalan hingga Rp100 miliar.
Aktual Tangerang – Seorang tukang ojek pangkalan, Al Amin Maksum, memenangkan gugatan terkait kecelakaan jalan berlubang. Kasus ini berakhir damai melalui mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang.
Mediasi berlangsung pada Selasa (7/4/2026) dan menghasilkan kesepakatan damai. Para tergugat menyepakati tuntutan yang diajukan penggugat.
Al Amin menggugat Gubernur Banten, Andra Soni, dan sejumlah instansi terkait. Di antaranya DPUPR Banten, Pemkab Pandeglang, dan Dishub Pandeglang.
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Labuan-Pandeglang pada 27 Januari 2026. Insiden itu disebabkan kondisi jalan berlubang.
Akibat kejadian tersebut, seorang anak yang dibonceng korban meninggal dunia. Sementara Al Amin mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.
Kuasa hukum korban, Ayi Erlangga, menyebut gugatan telah disepakati.
“Iya, seluruh petitum telah disepakati dalam mediasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan nilai tuntutan mencapai Rp100 miliar. Namun, ganti rugi langsung kepada korban sebesar Rp19 juta.
Sementara itu, sisa nilai tuntutan diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur jalan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki jalan secara bertahap.
“Hari ini islah. Semua tuntutan telah dipenuhi dalam bentuk kesepakatan,” kata Ayi.
Menurutnya, pembangunan jalan akan dilakukan hingga akhir masa jabatan gubernur. Program ini disebut sebagai kemenangan masyarakat Banten.
Kepala DPUPR Banten, Arlan Marzan, membenarkan komitmen tersebut. Ia menyebut pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap.
“Niatnya selama masa jabatan gubernur. Tahun ini dianggarkan Rp50 miliar,” ujarnya.
Arlan menilai peristiwa ini menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Perbaikan sistem penanganan jalan akan menjadi prioritas ke depan.
“Kami akan evaluasi penanganan jalan agar lebih cepat dan tepat,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Pandeglang juga menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut. Kuasa hukum Pemkab, Gunara Sudarajat, menyebut peristiwa ini sebagai evaluasi.
“Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan infrastruktur ke depan,” ujarnya.
Pemkab juga berencana memberikan santunan tambahan kepada korban. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk lain. ***








Leave a Reply