Firasat Istri Sebelum Driver Ojol Tewas Dibegal di Tangerang

Adi Subchan - 18 July 2026

Popi Arianti, istri korban begal ojek online di Tangerang mengungkap firasat sebelum suaminya tewas. Korban sempat tiga kali meminta izin berangkat bekerja. (Foto: Istimewa)
Popi Arianti, istri korban begal ojek online di Tangerang mengungkap firasat sebelum suaminya tewas. Korban sempat tiga kali meminta izin berangkat bekerja. (Foto: Istimewa)

Istri korban begal ojek online di Tangerang mengungkap firasat sebelum suaminya tewas. Korban sempat tiga kali meminta izin berangkat bekerja.

Aktual Tangerang – Perasaan tak biasa menghantui Popi Aprianti sebelum suaminya, Agus Tedjo Prabowo, menjadi korban begal di Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Popi mengaku sempat melarang suaminya berangkat bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) pada Jumat (10/7).

Menurutnya, sang suami berulang kali meminta izin sebelum meninggalkan rumah.

“Ini ayah boleh enggak berangkat?” ujar Popi menirukan ucapan suaminya, Jumat (17/7/2026).

Popi mengaku hatinya terasa berat tanpa mengetahui penyebabnya. “Saya bilang, hati saya berat banget ngizinin ayah berangkat. Saya minta ayah mandi saja dan istirahat,” katanya.

Namun, Agus tetap memilih bekerja demi mencari nafkah.

Keesokan harinya, Popi kembali merasakan kesedihan tanpa alasan yang jelas. Ia bahkan mengunggah emoji menangis di media sosial.

“Hari Sabtu saya sedih banget. Besoknya baru dapat kabar seperti itu,” ucap Popi.

Baca Juga :  Driver Ojol Tewas Ditusuk Saat Tidur, Motor dan Ponsel Raib

Perempuan berusia 32 tahun itu juga mengenang percakapan terakhir bersama suaminya.

Beberapa hari sebelum kejadian, Agus menyampaikan kalimat yang kini terus diingat istrinya.

“Ibu percaya enggak, suatu hari nanti ayah bakal ngasih segalanya buat Ibu,” kenang Popi.

Sekitar sebulan sebelum meninggal, Agus juga mengeluhkan kondisi tubuhnya.

Menurut Popi, suaminya merasa tubuhnya tidak lagi nyaman. “Beliau bilang badannya seperti mau diambil. Saya marahi karena urusan mati itu urusan Allah,” ujarnya.

Popi mengaku tak menyangka semua percakapan itu menjadi kenangan terakhir.

Mereka telah menjalani delapan tahun pernikahan dan dikaruniai dua anak.

Sosok Ayah Penyayang

Suasana duka masih menyelimuti rumah kontrakan keluarga Agus di Perumahan Kemuning Permai, Kecamatan Solear.

Di depan rumah berdiri tenda biru untuk menerima pelayat. Kerabat, tetangga, dan rekan almarhum terus berdatangan memberikan doa.

Di dalam rumah, Popi tampak memeluk foto suaminya sambil menahan tangis. Rumah sederhana itu kini dipenuhi suasana kehilangan.

Menurut Popi, Agus merupakan suami dan ayah yang penyayang.

“Dia baik, adil, dan sayang sama anak-anak. Sama semua orang juga baik,” katanya.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang Ngaku Tertekan Biaya Nikah

Agus bekerja sebagai driver ojek online di kawasan Kosambi. Karena pekerjaan, ia sering pulang setiap tiga hari hingga sepekan sekali.

Meski demikian, Agus selalu meluangkan waktu bersama kedua anaknya. “Kalau libur, ayah selalu main, menyuapi, dan memandikan anak-anak,” ujar Popi.

Bahkan, Agus kerap meminta istrinya beristirahat saat berada di rumah.

Selain itu, Agus selalu mengingatkan Popi menjaga kesehatan. Ia meminta istrinya memperbanyak minum air putih dan mengurangi makanan manis.

Warga sekitar juga mengenal Agus sebagai pribadi yang ramah.

“Setelah beliau enggak ada, banyak tetangga bilang bapak sangat baik,” tutur Popi.

Berharap Pelaku Dihukum Mati

Popi berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.

“Kalau bisa dihukum mati. Suami saya enggak mungkin kembali lagi,” tegasnya.

Menurut Popi, kedua anaknya mengalami trauma setelah kehilangan sang ayah. Ia berharap polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Agus Tedjo menjadi korban pembegalan pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Saat itu, korban beristirahat di basecamp ojek online kawasan Dadap.

Pelaku berinisial RD diduga menikam korban saat sedang tertidur. Setelah itu, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota kemudian menangkap RD.

Polisi menetapkan RD sebagai tersangka pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini