DP3AP2KB Kota Tangerang Sosialisasikan Kontrasepsi Langsung ke Pasar

Adi Subchan - 24 September 2026

DP3AP2KB Kota Tangerang menyosialisasikan KB dan kontrasepsi di tiga pasar untuk memperluas akses informasi masyarakat. (Foto: Istimewa)
DP3AP2KB Kota Tangerang menyosialisasikan KB dan kontrasepsi di tiga pasar untuk memperluas akses informasi masyarakat. (Foto: Istimewa)

DP3AP2KB Kota Tangerang menyosialisasikan KB dan kontrasepsi di tiga pasar untuk memperluas akses informasi masyarakat.

Aktual Tangerang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menyasar pasar.

Sosialisasi keluarga berencana (KB) dan alat kontrasepsi dilakukan langsung kepada masyarakat di tiga pasar, Kamis (24/9/2026).

Ketiga lokasi tersebut yakni Pasar Anyar, Pasar Bandeng dan Pasar Poris Indah, Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian rangkaian World Contraception Day atau Hari Kontrasepsi Dunia yang diperingati setiap 26 September.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, pendekatan langsung dilakukan untuk mendekatkan informasi dan pelayanan KB.

“Konsep ini mengusung pendekatan datang ke pasar, mendekatkan pelayanan dan membantu masyarakat merencanakan keluarga. Sosialisasi tidak hanya memberikan informasi mengenai alat kontrasepsi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penjelasan mengenai pilihan metode yang tersedia,” ujarnya, Kamis (24/9).

Tihar menjelaskan, sasaran utama kegiatan tersebut adalah pasangan usia subur berusia sekitar 20 sampai 35 tahun. Namun, masyarakat tetap dapat memperoleh informasi dan pelayanan sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing.

‎”Sasaran utama kegiatan adalah pasangan usia subur. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami pentingnya mengatur jarak kelahiran serta merencanakan kehamilan. Dalam penyuluhan juga disampaikan konsep empat terlalu, yaitu tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu dekat,” katanya.

Baca Juga :  Kapal Pinisi Tenggelam di Labuan Bajo, Basarnas Cari Pelatih Valencia
DP3AP2KB Kota Tangerang menyosialisasikan KB dan kontrasepsi di tiga pasar untuk memperluas akses informasi masyarakat. (Foto: Istimewa)

Salah satu materi yang disampaikan adalah pemahaman mengenai kontrasepsi hormonal dan non-hormonal.

Masyarakat mendapat informasi mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi sebelum menentukan pilihan sesuai kondisi kesehatan.

Edukasi juga mencakup metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP.

Menurut Tihar, masih terdapat informasi mengenai MKJP yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Karena itu, penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi lebih lengkap dan menjawab pertanyaan masyarakat.

Selain kontrasepsi bagi perempuan, masyarakat diperkenalkan dengan pilihan kontrasepsi bagi laki-laki. Salah satunya metode operasi pria atau MOP yang dikenal sebagai vasektomi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapat informasi mengenai layanan KB pemerintah yang dapat diperoleh secara gratis.

Pelayanan tersebut diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang membutuhkan informasi juga dapat berkonsultasi dengan Penyuluh KB maupun PLKB.

Pelaksanaan sosialisasi dibagi menjadi tiga tim yang menyasar satu pasar. Setiap tim terdiri dari empat orang dengan tugas mencakup edukasi, pencatatan dan dokumentasi.

Kegiatan terobos pasar tersebut menjadi inovasi pelayanan KB DP3AP2KB Kota Tangerang. Program tersebut baru dilaksanakan tahun ini dan direncanakan berlanjut di pasar lainnya.

Baca Juga :  Cuaca Banten Hari Ini Cerah, Suhu Mencapai 35 Derajat

Respons masyarakat di Pasar Poris Indah juga dinilai cukup baik. Kegiatan tersebut menemukan masih adanya masyarakat yang belum memperoleh informasi lengkap mengenai pilihan kontrasepsi.

Dalam rangka World Contraception Day, target pelayanan yang disampaikan mencapai sekitar 9.239 akseptor. Namun, capaian keseluruhan belum diketahui karena data dari setiap puskesmas masih harus direkap.

Tihar menjelaskan, tidak seluruh calon akseptor dapat langsung menerima pelayanan kontrasepsi. Kondisi kesehatan dan indikasi tertentu tetap menjadi pertimbangan sebelum seseorang mendapatkan metode kontrasepsi.

Selain melalui pasar, masyarakat dapat mengusulkan sosialisasi KB di lingkungannya. Penyuluhan dapat dijadwalkan melalui koordinasi dengan Penyuluh KB atau PLKB setempat.

Melalui kegiatan tersebut, DP3AP2KB Kota Tangerang berupaya memperluas akses informasi mengenai KB dan kontrasepsi.

Upaya tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi masyarakat beraktivitas.

“Edukasi diharapkan membantu pasangan usia subur memahami pilihan kontrasepsi dan merencanakan keluarga sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini