Dinas PUPR Kota Tangerang “Omon-omon”, Jalan M Toha Rusak Parah

Adi Subchan - 06 August 2026

Jalan M Toha di Kota Tangerang masih rusak parah meski perbaikan dijanjikan dimulai Agustus 2026. Warga mengeluhkan kecelakaan, kemacetan, dan kerusakan kendaraan. (Foto: Istimewa)
Jalan M Toha di Kota Tangerang masih rusak parah meski perbaikan dijanjikan dimulai Agustus 2026. Warga mengeluhkan kecelakaan, kemacetan, dan kerusakan kendaraan. (Foto: Istimewa)

Jalan M Toha di Kota Tangerang masih rusak parah meski perbaikan dijanjikan dimulai Agustus 2026. Warga mengeluhkan kecelakaan, kemacetan, dan kerusakan kendaraan.

Aktual Tangerang – Kondisi Jalan M Toha di Kota Tangerang masih rusak berat meski perbaikan dijanjikan dimulai pada Agustus 2026.

Kerusakan itu dikeluhkan warga karena memicu kecelakaan, kemacetan, hingga merusak kendaraan.

Jalan M Toha membentang dari kawasan Karawaci hingga Periuk dan Jatiuwung.

Pantauan di lokasi, Kamis (6/8/2026), menunjukkan permukaan jalan dipenuhi lubang, retakan, dan tambalan bergelombang.

Dari sekitar enam hingga tujuh kilometer ruas jalan, baru sekitar satu kilometer yang selesai diperbaiki. Sebagian besar ruas lainnya masih mengalami kerusakan cukup parah.

Pengendara motor maupun mobil terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari lubang dan permukaan jalan tidak rata.

Baca Juga :  Pilar Saga Ichsan Tiba, Lapak PKL Pasar Serpong Menghilang

Sejumlah warga mengaku kecewa karena penanganan kerusakan dinilai berjalan lambat. Mereka mengalami kerugian akibat kondisi jalan tersebut.

Rendra, pengemudi ojek online (ojol), mengatakan perbaikan selama ini hanya berupa tambal sulam.

“Wah iya, rusak jalannya enggak rata. Cuma tambal-tambalan aja,” ujar Rendra.

Menurutnya, kerusakan jalan juga menyebabkan sepeda motornya mengalami kerusakan.

“Shockbreaker motor saya sampai rusak, belum lama ini rusak jadinya diganti,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Romlan yang sering melintasi Jalan M Toha. Ia menilai kerusakan jalan sudah lama menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

“Lihat tuh jalanan pada begini. Kalau dibilang rusak ya rusak. Banyak yang kecelakaan juga,” kata Romlan.

Pengemudi ojek pangkalan (opang), Olip, juga mengeluhkan kondisi jalan yang membahayakan pengguna.

Menurutnya, kendaraan harus melaju pelan sehingga kemacetan kerap terjadi.

“Seperti inilah kalau di sini (Jalan M Toha). Banyak retak jalannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Meluas di Tangsel, 17 Titik Terendam hingga 95 Sentimeter

“Di sini kendaraan pada pelan soalnya rawan. Suka macet dan lumayan sering ada yang jatuh,” sambung Olip.

Warga mengaku sempat mendapat informasi perbaikan dimulai pada Agustus 2026. Namun, hingga awal Agustus, belum terlihat alat berat maupun aktivitas proyek di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, belum memberikan tanggapan.

Janji Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, memastikan perbaikan Jalan M Toha segera dimulai.

Menurutnya, ruas tersebut menjadi prioritas karena mengalami kerusakan struktural yang cukup berat.

Proses pengadaan proyek telah rampung dan kini memasuki tahap penandatanganan kontrak. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan rekayasa lalu lintas sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Alhamdulillah proses pengadaan Jalan M Toha sudah selesai. Dalam pekan ini kami targetkan kontrak, kemudian dilanjutkan rapat persiapan dan rekayasa lalu lintas. Mudah-mudahan awal Agustus sudah mulai ditangani,” ujar Taufik, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, rekonstruksi difokuskan pada beberapa segmen dengan tingkat kerusakan paling parah. Pengerjaan ditargetkan berlangsung sekitar tiga bulan sesuai kontrak.

“Selama proses tersebut, masyarakat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan demi kelancaran pembangunan,” katanya.

Selain Jalan M Toha, Dinas PUPR juga memprioritaskan rekonstruksi Jalan Prabu Kian Santang. Ruas tersebut dinilai penting karena menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Taufik mengatakan proyek Jalan Sangego-Gatot Subroto juga segera memasuki tahap pelaksanaan.

Proses lelang proyek telah selesai dan pemenangnya telah ditetapkan. Pemerintah kini menyelesaikan tahapan kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“PUPR juga memastikan ruas Sangego-Gatot Subroto akan segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek tersebut telah melalui proses lelang dan kini telah memiliki pemenang. Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan tahapan kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai dalam waktu dekat,” jelas Taufik.

Jalan Berhias di Kecamatan Karawaci juga masuk daftar penanganan tahun 2026. Dinas PUPR akan melakukan pengecekan ulang sebelum pelaksanaan pekerjaan.

Taufik menyebut seluruh rekonstruksi jalan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran.

Pemkot Tangerang mengalokasikan anggaran Rp69 miliar untuk rekonstruksi sejumlah ruas strategis pada 2026.

Prioritas ditentukan berdasarkan hasil survei teknis dan tingkat keselamatan pengguna jalan.

“Penentuan prioritas tidak hanya berdasarkan banyaknya aduan masyarakat, tetapi juga hasil survei teknis terhadap kondisi jalan. Aspek keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama sehingga ruas dengan kerusakan berat dan tingkat mobilitas tinggi didahulukan untuk ditangani,” tutupnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini