Dekopin: Koperasi Wujud Nyata Ekonomi Pancasila untuk Kesejahteraan Rakyat

Adi Subchan - 31 May 2026

Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi Dekopin, Teguh Eko Prastyono, menegaskan koperasi merupakan wujud nyata ekonomi Pancasila. Pemberdayaan koperasi dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Umum Dekopin Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi Dekopin, Teguh Eko Prastyono, menegaskan koperasi merupakan wujud nyata ekonomi Pancasila. Pemberdayaan koperasi dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Foto: Istimewa)

Dekopin menegaskan koperasi merupakan wujud nyata ekonomi Pancasila. Pemberdayaan koperasi dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Aktual Tangerang – Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Koperasi dinilai paling selaras dengan nilai dasar bangsa Indonesia. Prinsip gotong royong, keadilan sosial, dan kekeluargaan menjadi fondasi utama gerakan koperasi.

Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi Dekopin, Teguh Eko Prastyono, menegaskan koperasi lebih dari sekadar badan usaha.

Menurutnya, koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang memperkuat kemandirian masyarakat. Peran itu mencakup wilayah pedesaan hingga perkotaan.

“Nilai-nilai Pancasila telah lama menjadi roh gerakan koperasi nasional,” ujar Teguh di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, semangat kebersamaan dan musyawarah menjadi ciri khas koperasi. Prinsip tersebut mendukung pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh anggota.

“Pancasila mengajarkan gotong royong dan keadilan sosial,” katanya.

“Nilai itu hidup dalam koperasi karena seluruh anggota memiliki kedudukan setara,” lanjut Eko.

Baca Juga :  MPR RI Ajak Gen Z Banten Perkuat Nasionalisme Lewat LKBB-PB

Menurut Eko, pemberdayaan koperasi harus menjadi agenda strategis nasional. Langkah itu diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi. Tantangan tersebut meliputi kesenjangan sosial dan keterbatasan akses permodalan.

Selain itu, koperasi berperan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Ia menilai koperasi mampu menghimpun kekuatan masyarakat secara kolektif. Model usaha berbasis anggota menjadi keunggulan utama koperasi.

Koperasi dapat menjadi wadah bagi petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, dan pekerja. Melalui koperasi, produktivitas dan daya saing anggota dapat meningkat.

Gus TEP, panggilan akrabnya, juga menyoroti pentingnya transformasi koperasi di era digital. Menurutnya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi. Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diprioritaskan. Penguatan tata kelola juga menjadi faktor penting keberhasilan koperasi.

“Pemberdayaan koperasi tidak cukup hanya menambah jumlah koperasi,” ujarnya.

“Yang terpenting, koperasi harus profesional, transparan, dan bermanfaat bagi anggota,” tambahnya.

Sebagai organisasi gerakan koperasi nasional, Dekopin terus memperkuat kapasitas koperasi. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan advokasi.

Dekopin juga mendorong penguatan jaringan kerja sama antarkoperasi. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperluas.

Baca Juga :  KADIN Tangsel Dorong Kolaborasi Swasta dan Pemerintah

Eko menilai Hari Lahir Pancasila harus dimaknai secara nyata. Menurutnya, semangat ekonomi gotong royong perlu kembali diperkuat.

Hal itu penting di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat. “Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Koperasi memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Ia menegaskan peran koperasi mencerminkan pengamalan sila kelima Pancasila. Sila tersebut menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dekopin optimistis gerakan koperasi akan terus berkembang. Dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai sangat penting.

Dengan memperkuat koperasi, pemerataan kesejahteraan masyarakat semakin mudah diwujudkan.

Eko punmengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara.

“Pancasila adalah semangat gotong royong dan toleransi yang harus diamalkan setiap hari,” tegasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini