BRIN Ingin Bangun Laboratorium Nuklir di Tangsel

Adi Subchan - 15 October 2025

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama warga melakukan aksi demonstrasi menolak rencana BRIN penutupan Jalan Serpong-Parung, Senin (13/10/2025). Baru-baru ini, DPRD Tangsel menegaskan Jalan Serpong-Parung merupakan jalan provinsi dan tidak boleh ditutup sepihak oleh pihak mana pun. (Foto: Dok Pemkot Tangsel)
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama warga melakukan aksi demonstrasi menolak rencana BRIN penutupan Jalan Serpong-Parung, Senin (13/10/2025). Baru-baru ini, DPRD Tangsel menegaskan Jalan Serpong-Parung merupakan jalan provinsi dan tidak boleh ditutup sepihak oleh pihak mana pun. (Foto: Dok Pemkot Tangsel)

BRIN akan mengalihkan akses jalan permanen mulai 2026 untuk mendukung pembangunan laboratorium reaktor dan siklotron.

Aktual Tangerang – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pernyataan resmi terkait rencana penutupan Jalan Serpong-Parung.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menjelaskan bahwa penutupan jalan berkaitan dengan pembangunan fasilitas teknologi nuklir terbaru.

Laboratorium baru itu akan dibangun mulai 2026 untuk mendukung pengembangan teknologi nuklir nasional.

Fasilitas yang dirancang meliputi laboratorium reaktor dan laboratorium siklotron dengan tingkat keamanan tinggi.

Laboratorium reaktor berfungsi mengendalikan reaksi berantai nuklir secara aman dan terkendali.

Sementara itu, laboratorium siklotron digunakan untuk mempercepat partikel bermuatan menggunakan medan magnet dan listrik.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel Tolak BRIN Tutup Jalan Serpong-Parung

Handoko menyebut, pembangunan laboratorium ini akan meningkatkan aktivitas dan risiko di kawasan BRIN.

Karena itu, pengalihan akses jalan dinilai penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional fasilitas nuklir.

“Mulai 2026, kami membangun reaktor baru dan siklotron yang meningkatkan risiko kawasan,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan pengalihan jalan akan mencegah akses ilegal yang dapat membahayakan fasilitas vital negara.

Langkah ini juga bertujuan untuk memastikan kawasan BRIN terintegrasi dan tertata dengan baik.

BRIN berharap operasional pusat riset nasional menjadi lebih aman, efisien, dan sesuai standar internasional.

“Sosialisasi akan terus dilakukan dari tingkat kota hingga kelurahan,” ucap Handoko.

Baca Juga :  Prabowo Hapus Proyek PIK 2 Warisan Jokowi dari Daftar PSN

Tujuannya agar seluruh pihak memahami dan mendukung kebijakan pengalihan jalan tersebut.

Sebelumnya, BRIN menjadwalkan pengalihan jalan mulai 1 Oktober 2025, lalu diundur menjadi 13 Oktober 2025.

Pengalihan sementara dilakukan setiap pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB ke jalan lingkar luar BRIN arah Pasar Serpong.

Mulai 1 Januari 2026, pengalihan akses jalan akan diterapkan secara permanen.

Wali Kota Tangsel Menolak

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menolak rencana penutupan akses Jalan Serpong–Parung. Ia menegaskan dukungannya terhadap penolakan warga mengenai rencana pengalihan jalan tersebut.

“Saya diminta warga untuk beraudiensi, dan hari ini kita laksanakan,” kata Benyamin, Senin (13/10/2025).

Puluhan warga di Muncul, Kecamatan Setu, menggelar aksi damai menolak rencana penutupan jalan.

Benyamin menilai, jalan penghubung Serpong–Parung memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat.

“Sejak saya kecil, jalan ini sudah digunakan masyarakat. Ini jalan penghubung yang bersejarah,” tegasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini