BPBD Tangerang Minta Warga Pantura Siaga Rob

Adi Subchan - 27 October 2026

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, meminta warga pesisir utara siaga menghadapi potensi banjir rob pada 25–31 Oktober 2026. Warga didorong menggelar ronda. (FOTO: ANTARA)
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, meminta warga pesisir utara siaga menghadapi potensi banjir rob pada 25–31 Oktober 2026. Warga didorong menggelar ronda. (FOTO: ANTARA)

Aktual Tangerang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang meminta warga pesisir utara mewaspadai ancaman banjir rob hingga 31 Oktober 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menggelar ronda untuk mengantisipasi kenaikan air laut.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan ronda dapat menjadi langkah antisipasi sekaligus bentuk tanggung jawab bersama.

“Oleh karena itu, kami mendorong diadakan semacam ronda sebagai tanggung jawab bersama dan langkah antisipasi,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik di Tangerang, Selasa (27/10/2026).

Menurut Taufik, potensi banjir rob berkaitan dengan fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru. Prakiraan tersebut mengacu pada informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Potensi kenaikan air laut juga tercantum dalam sistem pemantauan banjir rob DKI Jakarta. Sistem tersebut memprediksi potensi ketinggian air di sejumlah kawasan pesisir pada 25-31 Oktober 2026.

Baca Juga :  35 Balita di Serpong Lagoon Diare Akibat Bakteri E. coli

Menghadapi potensi tersebut, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana. Pemerintah daerah juga menyiapkan personel dan logistik untuk menghadapi banjir rob.

“Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini bisa dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, kesiapan penanganan perlu menyesuaikan karakteristik banjir rob. Fenomena tersebut umumnya mengikuti siklus pasang surut air laut yang terjadi setiap hari.

Ia mengakui sarana dan prasarana di lapangan masih terbatas. Namun, BPBD Kabupaten Tangerang memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan logistik tetap optimal untuk melayani masyarakat terdampak.

BPBD juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan prakiraan cuaca. Pemutakhiran data BMKG menjadi acuan dalam menentukan langkah antisipasi terhadap potensi banjir rob.

“Kami tetap mengacu kepada data dari BMKG,” katanya. (*)

Baca Juga :  Letkol Teddy ke Sekolah Rakyat Tangsel, Siswa: Wow Keren!

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini