Belasan ASN Serang Dapat Bansos, Duitnya buat Main Judol

Adi Subchan - 15 September 2025

Penerima bansos yang ketahuan main judi online akan dicoret. Namun, mereka masih diberi kesempatan reaktivasi bansos. (Foto: ANTARA)
Penerima bansos yang ketahuan main judi online akan dicoret. Namun, mereka masih diberi kesempatan reaktivasi bansos. (Foto: ANTARA)

Dinas Sosial Kota Serang menerima data dari Kemensos yang mengindikasikan belasan ASN menerima bansos dan memanfaatkannya untuk bermain judi online. Verifikasi tengah dilakukan.

Aktual Tangerang – Belasan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, diduga menerima bantuan sosial (bansos) dan memanfaatkannya untuk bermain judi online.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima data penerima bansos yang terindikasi terlibat praktik judi daring dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kemarin kami dapat tembusan dari Kementerian Sosial. Kurang lebih ada 1.500 warga Kota Serang yang terindikasi bermain judi online, dan beberapa di antaranya adalah ASN,” ujar Ibra pada Senin (15/9/2025).

Meski tidak menyebutkan angka pasti, Ibra menyatakan jumlah ASN yang terlibat diperkirakan kurang dari 20 orang.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinsos bersama Tim Program Keluarga Harapan (PKH) tengah melakukan verifikasi langsung di lapangan.

“Kami sedang melakukan ground checking, dibantu rekan-rekan PKH. Ini agar bansos benar-benar tepat sasaran, sesuai arahan Pak Wali Kota,” jelasnya.

Baca juga:

Ibra menegaskan bahwa penerima bansos yang terbukti bermain judi online akan langsung dinonaktifkan dari daftar penerima bantuan.

“Statusnya akan dicabut, mereka tidak lagi mendapatkan bantuan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) karena terindikasi terlibat judol,” tegasnya.

Terkait ASN yang masuk daftar, Dinsos menduga ada ketidaksesuaian data sejak awal.

“Mungkin dulu saat pengajuan tidak jujur, atau sekarang sudah diterima sebagai ASN atau PPPK. Maka dari itu, kami perlu lakukan verifikasi ulang,” tutupnya.

Baca Juga :  Kasus Pelecehan Seksual Siswi, Pendiri ICM Minta Maaf

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini