Warga Mahogany Grove Tangsel mengeluhkan asap pembakaran sampah ilegal yang muncul setiap hari dan mengganggu kesehatan anak-anak.
Aktual Tangerang – Warga Perumahan Mahogany Grove, Serpong, Tangsel, mengeluhkan asap hitam dari pembakaran sampah ilegal.
Asap tersebut disebut muncul hampir setiap hari dan menimbulkan bau menyengat di lingkungan permukiman.
Kondisi itu dikeluhkan karena mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama anak-anak. Warga menyebut kepulan asap tersebut bahkan memicu gangguan saluran pernapasan.
Salah satu warga, RP (40), mengaku keluarganya harus menghadapi kondisi tersebut setiap hari.
Menurut RP, asap pembakaran sampah menjadi salah satu pemicu asma anaknya kambuh.
“Kondisi anak saya yang kena alergi dan asma ini makin parah. Tepat saat saya mau mengantarkan anak saya berobat karena asmanya kumat, di depan rumah justru sedang ada pembakaran sampah,” ujar RP, Kamis (10/9/2026).
RP mengatakan pembakaran sampah dilakukan secara acak tanpa memperhatikan kondisi warga sekitar.
“Waktunya acak, kadang setelah Subuh, jam 07.00 WIB pagi, siang, sore, atau malam. Udara di dalam rumah ikut tercemar, kasihan anak-anak,” tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan R, warga yang meminta identitasnya disamarkan. Ia menilai hak warga mendapatkan udara bersih pada pagi hari telah terganggu selama bertahun-tahun.
Menurut R, pelaku sering membakar sampah pada malam hari dalam skala kecil.
Sampah tersebut kemudian dibiarkan membara hingga pagi dan menghasilkan asap serta bau menyengat.
“Yang bikin kesal itu kita Subuh-subuh buka pintu bukannya menghirup udara segar, malah bau bakaran menyengat. Berarti malam hari mereka membakar dan ditinggal begitu saja,” kata Rani.
Rani mengatakan warga kompleks mulai frustrasi karena persoalan tersebut berlangsung dalam waktu lama.
“Informasi dari security, pelaku dari kampung sebelah ini tidak mau berlangganan dan bayar iuran sampah, jadi main bakar saja. Dampaknya kita yang di kompleks harus hirup racunnya tiap hari,” tegasnya.
Satpam Ikut Padamkan Api
Gangguan asap juga membuat warga meminta bantuan petugas keamanan perumahan.
Kholis, satpam Perumahan Mahogany Grove, mengaku sering diminta membantu ketika asap semakin pekat.
“Setiap ada bau bakaran masuk ke rumah dan bikin pengap, warga langsung telepon ke pos satpam. Saya atau rekan yang bertugas sering diminta tolong warga untuk menyiram apinya sekalian,” tutur Kholis.
Kholis mengaku prihatin melihat warga, khususnya anak-anak, harus menghindari asap dengan tetap berada di rumah. Namun, upaya memadamkan api tersebut disebut hanya menyelesaikan persoalan untuk sementara.
“Pernah beberapa kali saya samperi langsung ke titik api. Kalau ditegur, mereka cuma mengacak-acak sampahnya atau pura-pura mematikan. Tapi begitu kita kembali ke pos, besoknya diulang lagi. Warga cuma ingin bisa bernapas lega tanpa takut anaknya sakit,” ujar Kholis.
Pengurus RT Klaim Lokasi Pembakaran Berbeda
Pengurus RT 09/RW 07, Benur, mengatakan persoalan sampah sebelumnya telah ditindaklanjuti. Penanganan tersebut dilakukan bersama kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan.
Menurut Benur, area pembuangan sampah dan puing yang dikeluhkan warga kini telah ditutup.
“Lahan pembuangan yang sempat dipermasalahkan itu sudah ditutup, dipagar oleh pemilik tanah, dan sampahnya sudah diangkut oleh DLH,” ujar Benur.
Namun, laporan mengenai asap pembakaran sampah masih diterima warga hingga kini.
Benur mengatakan pengecekan bersama Ombudsman menemukan lokasi pembakaran berada di luar wilayah RT 09.
Ia juga menduga pembakaran dilakukan oknum warga pendatang yang kerap berpindah lokasi.
“Kalau kita lihat dari video aduan itu kan kejadiannya tengah malam. Pas kita cek lokasi bersama Ombudsman, titik pembakaran itu di luar area pembuangan puing dan sudah beda RT. Pelakunya diduga oknum pendatang yang sering pindah-pindah,” lanjutnya.
Benur mengimbau warga Mahogany Grove segera melapor ketika menemukan gangguan lingkungan.
Menurutnya, laporan langsung diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Warga Mahagony Grove selama ini belum ada yang laporan langsung ke RT. Harapan saya, warga kalau ada masalah lingkungan melapor dulu ke RT setempat, supaya saat ada pembakaran sampah bisa langsung kita samperin dan beri arahan,” tutup Benur. (*)








Leave a Reply