Perumda Tirta Benteng meminta warga Kota Tangerang melapor jika air PDAM keruh dan berbau. Truk tangki air bersih siap dikerahkan.
Aktual Tangerang – Warga Kota Tangerang diminta segera melapor jika air PDAM di rumah mereka keruh dan berbau. Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang memastikan akan membantu pelanggan yang mengalami persoalan tersebut.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendi, mengatakan pihaknya siap mengerahkan truk tangki air bersih.
Armada tersebut akan dikirim kepada warga terdampak berdasarkan laporan yang masuk.
“Kalau ada permintaan pasti kita bantu. Ini bagian dari komitmen pelayanan buat masyarakat atau pelanggan,” ujar Doddy, Senin (14/9/2026).
Doddy menjelaskan, pengerahan truk tangki mengacu pada standar operasional prosedur aduan pelanggan.
Menurut dia, setiap permohonan dari lingkungan pelanggan terdampak akan segera ditindaklanjuti. Pihaknya memastikan bantuan tidak akan ditunda apabila permohonan telah disampaikan kepada Perumda Tirta Benteng.
“Kalau ada permintaan, pasti kita bantu. SOP di kami pasti direspons dan dibantu, itu bagian dari pelayanan,” tegas Doddy.
Pelanggan dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal layanan resmi Perumda Tirta Benteng.
Pengaduan dapat disampaikan melalui Call Center 1500041 atau WhatsApp 0811-6121-095.
Warga Keluhkan Air Keruh dan Berbau
Kualitas air PDAM di sejumlah wilayah Kota Tangerang dikeluhkan masyarakat. Warga mengeluhkan air yang diterima berwarna keruh dan memiliki aroma amis menyengat.
Kondisi tersebut bahkan disebut membuat sebagian warga mengalami rasa gatal pada kulit.
Salah satu pelanggan, Putri, warga Kecamatan Neglasari, turut merasakan kondisi tersebut. Ia mengatakan aroma menyengat masih tercium dari air yang diterimanya.
“Bau banget. Ini masih bau,” kata Putri.
Putri menilai faktor musim kemarau seharusnya tidak menjadi alasan utama persoalan kualitas air.
Menurut dia, musim kemarau merupakan siklus tahunan yang seharusnya sudah diantisipasi.
“Seandainya memang ada pengaruh dari musim, seharusnya PDAM sudah ada langkah mitigasi karena musim kemarau di Indonesia tidak hanya terjadi di tahun ini saja,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Adel, warga Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Ia mengaku harus membayar tagihan air sekitar Rp250.000 setiap bulan. Namun, air yang diterima justru disebut menyebabkan rasa gatal pada kulit.
“Sebulan kami di rumah bayar air kurang lebih Rp 250.000, tapi dapat air gatal,” keluh Adel.
Adel awalnya mengira persoalan kualitas air hanya terjadi di rumahnya. Namun, ia kemudian mengetahui tetangganya mengalami persoalan serupa.
“Kondisi air sudah lama dikeluhkan. Awalnya aku kira juga rumah ku doang ternyata tetangga juga sama,” katanya.
Perumda Jelaskan Penyebab Air Menurun
Perumda Tirta Benteng sebelumnya memberikan klarifikasi terkait keluhan kualitas air tersebut. Klarifikasi disampaikan melalui akun Instagram resmi Perumda Tirta Benteng, @perumdatirtabenteng.
Perumda menjelaskan bahwa musim kemarau memengaruhi kualitas air baku di Kota Tangerang.
Penurunan kualitas air baku tersebut berdampak pada air yang didistribusikan kepada pelanggan.
“Sehubungan dengan berlangsungnya musim kemarau, kualitas air baku mengalami penurunan yang berdampak pada kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan,” tulis Perumda Tirta Benteng.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram pada Rabu (9/9/2026).
Dengan adanya mekanisme pengaduan tersebut, warga terdampak diminta segera melaporkan kondisi air.
Laporan pelanggan menjadi dasar bagi Perumda Tirta Benteng untuk menindaklanjuti kebutuhan air bersih. (*)








Leave a Reply