8.135 Keluarga di Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

Adi Subchan - 30 July 2026

ILUSTRASI - Krisis air bersih di Kabupaten Tangerang meluas. BPBD mencatat 8.135 KK terdampak di 12 kecamatan dan menyiapkan status siaga bencana kekeringan. (Foto:; Kompas.com)
ILUSTRASI - Krisis air bersih di Kabupaten Tangerang meluas. BPBD mencatat 8.135 KK terdampak di 12 kecamatan dan menyiapkan status siaga bencana kekeringan. (Foto:; Kompas.com)

Krisis air bersih di Kabupaten Tangerang meluas. BPBD mencatat 8.135 KK terdampak di 12 kecamatan dan menyiapkan status siaga bencana kekeringan.

Aktual Tangerang – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Tangerang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 8.135 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang kini menjangkau 12 kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, data tersebut merupakan laporan terbaru dari seluruh wilayah terdampak.

“Total ada 12 wilayah kecamatan dengan jumlah terdampak kurang lebih 8.135 KK. Data itu berdasarkan laporan yang kami terima,” kata Taufik, Kamis (30/7/2026).

Menurut Taufik, dampak kekeringan tersebar di 41 titik yang berada di 31 desa dan kelurahan.

“Dari 31 desa itu terdapat 41 titik lokasi. Ada desa yang memiliki dua, empat, bahkan satu titik terdampak,” ujarnya.

Sebanyak 12 kecamatan yang terdampak meliputi Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Pagedangan.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Siapkan Perda Larangan Kampanye LGBT

BPBD Siapkan Status Siaga Kekeringan

BPBD Kabupaten Tangerang kini menyiapkan penetapan status siaga bencana kekeringan.

Taufik menjelaskan, status tersebut dibutuhkan untuk memperkuat koordinasi penanganan lintas instansi.

Penetapan status juga membuka peluang keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta PMI Kabupaten Tangerang.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

“Sampai sementara ini kami terus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Melihat hujan belum turun, kami tentu mencari berbagai terobosan,” ujarnya.

Baca Juga :  PUPR Kota Tangerang Gelontorkan Rp69 Miliar Perbaiki Jalan

Operasi Modifikasi Cuaca Masih Dikaji

BPBD juga memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Jika kekeringan semakin meluas dan kondisi atmosfer mendukung, pemerintah akan mempertimbangkan usulan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Kita belum mengarah ke sana. Namun, nanti kami akan menetapkan dulu status siaga bencana untuk penanganan kedaruratan kekeringan ini,” kata Taufik. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini