Jumlah penderita ISPA akibat kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang meningkat menjadi 334 orang. Sebanyak 126 warga masih mengungsi.
Aktual Tangerang – Jumlah warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran TPA Jatiwaringin terus bertambah.
Hingga hari ke-10 kebakaran, tercatat 334 warga mengalami ISPA akibat paparan asap.
Angka tersebut disampaikan Kapolda Banten usai meninjau TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/7/2026).
Jumlah penderita meningkat tajam dibandingkan laporan awal yang mencatat 154 kasus ISPA.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan balita dan ibu hamil menjadi kelompok paling terdampak.
Menurut Hendra, asap pekat menyebabkan gangguan pernapasan pada warga sekitar lokasi kebakaran.
Seorang ibu hamil bahkan harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Tadi kebetulan ada satu kasus ibu hamil yang kami rujuk ke rumah sakit. Selain hamil, ada gangguan pernapasan,” kata Hendra.
Polda Banten memastikan proses pemadaman masih berlangsung bersama seluruh instansi terkait.
Tim gabungan melibatkan Polri, TNI, BPBD, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Hingga saat ini, delapan dari 12 titik api berhasil dipadamkan. Petugas masih berupaya memadamkan sisa titik api agar kebakaran segera terkendali.
Polda Banten menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 126 warga masih mengungsi akibat dampak kebakaran.
Sebanyak 334 warga juga tercatat mengalami ISPA karena paparan asap.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Sebanyak 126 warga mengungsi dan 334 warga mengalami ISPA akibat paparan asap,” tulis Polda Banten.
Polisi terus memantau situasi dan mengamankan area kebakaran. Distribusi bantuan kepada warga terdampak juga terus dilakukan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar lokasi.
Sebanyak 25 tenaga kesehatan disiagakan untuk melayani warga terdampak.
Pelayanan kesehatan tetap diberikan pada malam hari bagi warga yang membutuhkan. (*)








Leave a Reply