Sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, mulai pembatalan hingga pengalihan.
Aktual Tangerang – Sebanyak 33 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dampaknya meliputi pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan penerbangan.
Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sabtu 5/9) pukul 22.00 WIB, dampak terbanyak terjadi pada penerbangan internasional.
Sebanyak 16 penerbangan internasional dibatalkan akibat dampak erupsi tersebut. Selain itu, tujuh penerbangan mengalami penundaan dan lima penerbangan dijadwalkan kembali.
Sejumlah rute internasional turut terdampak akibat kondisi tersebut. Rute itu meliputi penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Sementara itu, dampak pada penerbangan domestik tercatat lebih sedikit. Sebanyak empat penerbangan domestik dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan.
Rute domestik yang terdampak antara lain Lampung, Denpasar, dan Surabaya.
Dampak tersebut terjadi setelah terdapat indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
Sebaran abu vulkanik tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bandara Soekarno-Hatta Sempat Ditutup
Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan metode paper test.
Pemeriksaan berlangsung pada pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau perkembangan kondisi penerbangan.
Koordinasi dilakukan bersama maskapai, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, dan pihak terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah operasional penerbangan berikutnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama.
“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional,” kata Lukman dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Menurut Lukman, penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan oleh masing-masing maskapai.
Penyesuaian tersebut akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Antisipasi Dampak Berantai Penerbangan
Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada Minggu (6/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak berantai atau Cascading Impact.
Dampak itu dapat memengaruhi rotasi pesawat dan ketersediaan armada. Selain itu, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan berikutnya.
Kapasitas terminal Bandara Soekarno-Hatta juga menjadi perhatian dalam pemulihan operasional.
Kementerian Perhubungan mengimbau calon penumpang memantau informasi terbaru dari maskapai.
Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengetahui status penerbangan masing-masing penumpang.
Penumpang juga diminta mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal.
Perubahan jadwal dapat terjadi mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*)








Leave a Reply