Sebanyak 200 relawan menyusuri Kali Ciputat di Tangerang Selatan. Mereka mengumpulkan sampah dan mendata penyebab banjir.
Aktual Tangerang – Sebanyak 200 relawan menyusuri aliran Kali Ciputat sepanjang empat kilometer, Minggu (31/5/2026). Kegiatan itu bertujuan mencari penyebab banjir yang kerap melanda kawasan sekitar sungai.
Penyusuran dilakukan di sepanjang Kali Ciputat yang melintasi Perumahan Pondok Payung Mas dan Nerada Estate.
Para relawan berjalan di dalam aliran sungai tanpa menggunakan perahu. Mereka dilengkapi sepatu bot, pelampung, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, relawan mengumpulkan berbagai jenis sampah dari aliran sungai. Sampah yang ditemukan berupa plastik, ranting, batang pohon, dan material lainnya. Material tersebut dinilai berpotensi menghambat kelancaran aliran air.
Sampah yang terkumpul diarahkan ke titik jaring yang telah dipasang sebelumnya. Jaring dipasang di dua lokasi berbeda untuk memudahkan proses pengangkatan sampah.
“Yang satu di Perumahan Pondok Payung Mas dan satu lagi di Perumahan Pondok Hijau,” ujar Lurah Cipayung, Dini Nurlianti.
Menurut Dini, pemasangan jaring bertujuan menjaga keselamatan relawan saat proses pembersihan berlangsung.
Selain sampah, relawan menemukan tumpukan ranting dan batang pohon di sejumlah titik. Material tersebut dipotong dan dipindahkan agar tidak menghambat aliran sungai.
Dini menjelaskan kegiatan ini dipicu dari keresahan warga terhadap banjir yang berulang. Warga ingin mengetahui kondisi sungai secara langsung. Mereka juga ingin mengidentifikasi kendala yang menyebabkan aliran air tidak lancar.
“Kegiatan ini diinisiasi RT dan RW karena beberapa wilayah sering mengalami banjir,” kata Dini.
“Kami ingin melihat langsung kondisi sungai dan sumber permasalahannya,” lanjutnya.
Sementara itu, inisiator kegiatan, Nia, mengatakan hasil penyusuran akan didokumentasikan. Data tersebut nantinya disampaikan kepada Pemkot Tangsel.
Menurutnya, hasil pendataan dapat menjadi bahan evaluasi penanganan sungai. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menjaga ekosistem alami sungai.
“Kami ingin habitat asli sungai tetap terjaga. Data yang terkumpul nantinya bisa menjadi masukan bagi pemerintah,” ujar Nia.
Adapun relawan yang terlibat berasal dari Tangsel, Kota Tangerang, dan Jakarta. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja.
Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah daerah dan berbagai komunitas lingkungan. BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta akademisi juga ikut terlibat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi penanganan banjir yang lebih efektif. (*)








Leave a Reply