15 pelajar SMP diamankan Polsek Pasar Kemis setelah diduga hendak tawuran di Jalan Bumi Indah, Kabupaten Tangerang.
Aktual Tangerang – Sebanyak 15 pelajar SMP diamankan Polsek Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/8/2026) malam.
Mereka diamankan setelah diduga hendak terlibat tawuran di Jalan Bumi Indah, Desa Sukamantri.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan sempat mengundang perhatian warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis, Ipda Ahmad Dasuki, mengatakan polisi menerima laporan masyarakat terkait perselisihan antarpelajar.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk mencegah perselisihan berkembang menjadi tawuran.
“Begitu mendapat laporan dari masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi dan mengamankan para pelajar untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Dasuki, Sabtu (8/8/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, para pelajar mengaku berasal dari SMP Negeri 1 Sepatan.
Sebelum kejadian, mereka diketahui berkumpul di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor. Mereka berkumpul setelah mendapat ajakan dari pelajar SMP Negeri 1 Tenjo.
Saat perjalanan pulang, rombongan tersebut melintas di Jalan Bumi Indah, Desa Sukamantri.
“Di lokasi itu mereka berpapasan dengan kelompok pelajar lain yang hingga kini belum diketahui berasal dari sekolah mana,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian diwarnai aksi saling ejek antarkelompok pelajar.
“Pertemuan kedua kelompok kemudian diwarnai aksi saling ejek hingga berkembang menjadi aksi kejar-kejaran,” jelas Dasuki.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada kepolisian.
Saat petugas tiba, sejumlah pelajar telah lebih dahulu diamankan warga sekitar. Polisi kemudian membawa 15 pelajar ke Mapolsek Pasar Kemis untuk pemeriksaan dan pendataan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh.
Dalam penanganannya, polisi mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap para pelajar.
Pembinaan dilakukan dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah masing-masing pelajar.
“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang. Para pelajar yang diamankan sudah didampingi orang tua dan pihak sekolah.”
“Kami berikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucap Dasuki.
Setelah pemeriksaan dan pembinaan selesai, seluruh pelajar diserahkan kepada orang tua masing-masing.
Proses tersebut juga melibatkan pihak sekolah sebagai bagian dari pembinaan lanjutan.
Dasuki mengapresiasi respons cepat masyarakat yang melaporkan potensi tawuran kepada kepolisian. Menurutnya, keterlibatan masyarakat membantu mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang cepat memberikan informasi kepada kepolisian,” katanya.
“Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Pasar Kemis,” sambungnya.
Dasuki juga mengimbau pelajar tidak mudah terprovokasi ajakan berkumpul yang berpotensi memicu tawuran.
Ia meminta orang tua dan sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat tawuran, membawa barang berbahaya, ataupun melakukan kegiatan yang merugikan.”
“Kami juga mengajak orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak,” tegas Dasuki. (*)








Leave a Reply