IMF Sebut Tingkat Pengangguran Indonesia Tertinggi di ASEAN

admin - 06 May 2025

IMG_0782-3354157670

IMF: Tingkat Pengangguran di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara Tahun 2025

Tangerang-Tingkat pengangguran di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari International Monetary Fund (IMF) pada 2025. IMF menyebutkan bahwa Indonesia memiliki angka pengangguran tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Tidak mengejutkan tentunya di momen banyak sekali angka PHK di negeri ini beberapa tahun terakhir. Data ini dipublikasikan melalui situs resmi IMF dalam laman World Economic Outlook.

Fakta Angka Pengangguran di Asia Tenggara

Dalam data IMF yang dirilis tahun ini, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 5,0%. Jauh di atas rata-rata negara-negara ASEAN lainnya. 

Berikut perbandingannya:

  • Indonesia: 5,0%
  • Brunei: 4,9%
  • Filipina: 4,5%
  • Malaysia: 3,2%
  • Vietnam: 2,0%
  • Singapura: 2,0%
  • Thailand: 1,0%

Dari angka tersebut terlihat bahwa meski Indonesia merupakan negara dengan jumlah tenaga kerja produktif terbesar di Asia Tenggara. Namun efisiensi dalam penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan serius.

Dibandingkan Negara Lain di Dunia

Jika dibandingkan secara global, tingkat pengangguran di Indonesia masih tergolong sedang. Beberapa negara dengan pengangguran tertinggi menurut IMF 2025 adalah:

  • Sudan: 62%
  • Afrika Selatan: 32,8%
  • Georgia: 13,9%
  • Armenia: 13,5%
  • Maroko: 13,2%
  • Bosnia & Herzegovina: 13,2%

Ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia tergolong tinggi di regional ASEAN. Namun masih jauh lebih baik dari negara-negara yang menghadapi konflik atau krisis ekonomi.

Penyebab Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia

Berbagai faktor turut mempengaruhi tingkat pengangguran di Indonesia, antara lain:

  1. Pertumbuhan ekonomi yang belum merata, terutama di wilayah luar Jawa.
  2. Kesenjangan keterampilan (skill gap) antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri.
  3. Automatisasi dan digitalisasi yang menggantikan banyak peran manusia dalam pekerjaan.
  4. Kurangnya investasi di sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja skala besar.
Baca Juga :  FWK: Wartawan & Masyarakat Tuntut Keadilan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah

Upaya Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program untuk menurunkan tingkat pengangguran di Indonesia, seperti:

  • Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK)
  • Program Prakerja
  • Insentif bagi pelaku UMKM dan industri padat karya
  • Dukungan terhadap ekonomi kreatif dan digital

Gubernur Bank Indonesia juga pernah menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah adalah kunci utama untuk mengatasi tantangan pengangguran yang semakin kompleks.

Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia di tahun 2025 menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Perlu langkah cepat, sistematis, dan kolaboratif untuk menciptakan iklim kerja yang sehat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. 

Indonesia memiliki potensi besar, namun tanpa perencanaan tenaga kerja yang tepat, bonus demografi bisa menjadi beban ketimbang keuntungan.

Sumber: International Monetary Fund (IMF) – World Economic Outlook 2025

Foto: wartajatim.co.id

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok 

 

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini