Stroke Bisa Dialami di Usia Muda, Ini Pemicunya

Adi Subchan - 24 November 2025

Stroke kini tak hanya menyerang lansia, tetapi juga rentan terjadi pada usia muda. (Foto: Pixabay/Ilustrasi)
Stroke kini tak hanya menyerang lansia, tetapi juga rentan terjadi pada usia muda. (Foto: Pixabay/Ilustrasi)

Delia, wanita 20 tahun asal Wonogiri, mengalami stroke akibat stres. Dokter menjelaskan berbagai faktor pemicu stroke pada usia muda.

Aktual Tangerang – Stroke kini tak hanya menyerang lansia, tetapi juga rentan terjadi pada usia muda.

Delia, wanita asal Wonogiri, mengalami stroke pada 29 Agustus 2025. Saat itu usianya baru 20 tahun.

Ia mengaku kondisi itu dipicu tekanan mental yang cukup berat. “Waktu itu aku lagi banyak masalah dan stres berat,” ujarnya melalui akun TikTok dikutip, Senin (24/11/2025).

Gejala awalnya berupa pusing hebat dan kesulitan berbicara. Tubuhnya masih bisa digerakkan, tetapi terasa sangat lemas.

Delia sempat menunggu karena merasa gejalanya akan membaik sendiri. Namun dua jam berlalu, bicaranya tetap tidak pulih. Ia lalu dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan.

“Di rumah sakit dekat rumah hanya terlihat pembengkakan otak,” katanya.

Baca Juga :  Acha Septriasa Dapat Pengalaman Spiritual di Film Air Mata Mualaf

Menurutnya, dokter menyarankan pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI. Karena itu ia dirujuk ke rumah sakit di Solo.

Di Solo, Delia menjalani MRI, CT scan, dan pemeriksaan tambahan. Ia juga ditempatkan di ruang HCU untuk pemantauan ketat.

“Hasil TCD menunjukkan penyumbatan dan kekakuan pembuluh darah,” tuturnya.

Ia menjelaskan stres membuat kondisinya lebih mudah kambuh.

Setelah lima hari dalam perawatan, kondisinya perlahan membaik. Kemampuannya berbicara kembali, meski masih sedikit pelo. Ia diperbolehkan pulang dengan terapi lanjutan.

Namun Delia mengaku sempat kembali kolaps akibat stres. “Itu kambuh karena pikiranku terlalu berat,” ujarnya lagi.

Penjelasan Dokter

Direktur Medik dan Keperawatan RS PON, dr Reza Aditya Arpandy SpS, menjelaskan faktor stroke pada usia muda.

“Pemicu pada usia muda sering berbeda dari lansia,” kata dr Reza.

Baca Juga :  Kampong Robot Tangsel, Destinasi Edukatif yang Tumbuhkan Kreativitas Anak Bangsa

Ia menyebut kelainan pembuluh darah bawaan sebagai salah satu penyebab. Contohnya aneurisma dan AVM yang meningkatkan risiko perdarahan.

Penyakit jantung tertentu juga bisa memicu stroke. “Misalnya kelainan katup jantung, PFO, atau aritmia,” ujarnya.

Menurutnya, gangguan pembekuan darah juga berperan. “Trombofilia atau sindrom antiphospholipid dapat meningkatkan risiko,” tambahnya.

Ia menegaskan penyebab lain termasuk cedera leher, lupus, vaskulitis, dan infeksi tertentu. Pada sebagian kecil kasus, migrain berat dapat menjadi pemicu.

Dari sisi kebiasaan hidup, dr Reza mengingatkan berbagai faktor risiko.

“Merokok, kurang tidur, obesitas, hingga minuman energi berlebihan ikut berperan,” jelasnya.

Ia menyebut pil kontrasepsi pada perokok atau penderita migrain juga meningkatkan risiko. Banyak anak muda juga tidak menyadari mereka memiliki hipertensi.

“Stroke usia muda biasanya terjadi karena kombinasi faktor bawaan dan gaya hidup,” tegasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini