Pandji Pragiwaksono Klarifikasi Dugaan Hina Adat Toraja

Adi Subchan - 15 November 2025

Pandji Pragiwaksono meminta maaf atas materi stand up yang dianggap menghina adat Toraja dan berdialog dengan AMAN terkait isu sanksi adat. (Foto: Instagram Pandji Pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono meminta maaf atas materi stand up yang dianggap menghina adat Toraja dan berdialog dengan AMAN terkait isu sanksi adat. (Foto: Instagram Pandji Pragiwaksono)

Pandji Pragiwaksono meminta maaf atas materi stand up yang dianggap menghina adat Toraja dan berdialog dengan AMAN terkait isu sanksi adat.

Aktual Tangerang – Komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan publik. Materi stand up miliknya viral karena dianggap menghina adat Toraja.

Setelah klarifikasi di media sosial, Pandji akhirnya berbicara langsung. Ia menegaskan sudah meminta maaf secara terbuka melalui video yang diunggahnya.

“Permohonan maaf sudah saya berikan. Saya sadar bersikap ignorant dalam penulisan joke,” kata Pandji di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).

“Saya tidak bermaksud menyinggung masyarakat Toraja. Untuk itu saya meminta maaf kepada masyarakat Toraja yang tersinggung,” lanjutnya.

Pandji kabarnya menerima sanksi adat berupa denda Rp2 miliar serta pembelian 96 ekor kerbau dan babi.

Ia segera mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui dialog dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Dialog dilakukan bersama Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi.

Baca Juga :  El Rumi Kasih Like Video Mantan, Netizen: Belum Move On

Dalam dialog tersebut, Pandji mendapat penjelasan terkait isu sanksi adat itu. “Menurut beliau, aturan soal 96 hewan dan uang besar itu kurang tepat,” ujarnya.

Rukka menjelaskan bahwa keputusan adat harus melibatkan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.

Menurut Rukka, sanksi tersebut belum tertuang dalam aturan adat Toraja. “Masyarakat Toraja sebenarnya tidak memberi hukuman. Bila ada sumbangan, itu murni inisiatif baik,” jelas Pandji.

Pandji menyatakan siap bertanggung jawab melalui dialog lanjutan dengan Rukka Sombolinggi.

“Untuk urusan adat Toraja, saya mempercayakannya kepada Ibu Rukka dari AMAN,” kata Pandji.

Materi stand up Pandji mengenai budaya pemakaman rambu solo dibuat pada 2013. Materi itu kembali viral pada 2025 dan dianggap menghina adat Toraja.

Baca Juga :  Raisa Curhat Soal Perceraian dengan Hamish Daud

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini