Gerhana bulan total terjadi 3 Maret 2026. Simak jadwal lengkap menurut BMKG serta tata cara shalat khusuf sesuai tuntunan ulama.
Aktual Tangerang – Masyarakat Indonesia akan menyaksikan gerhana bulan total pada Selasa malam, 3 Maret 2026.
Gerhana terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Posisi tersebut membuat Bulan masuk ke bayangan inti atau umbra Bumi.
Gerhana bulan terjadi ketika cahaya Matahari terhalang Bumi sebelum mencapai Bulan. Fenomena ini hanya muncul saat fase purnama.
Peristiwa tersebut dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan astronomi.
Bulan Tampak Merah
Saat puncak gerhana total, Bulan tampak merah jika langit cerah. Warna merah muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya biru lebih banyak terhambur di atmosfer.
Sebaliknya, cahaya merah tetap melintas dan mencapai permukaan Bulan. Kondisi ini membuat Bulan terlihat kemerahan selama fase total.
Jadwal Gerhana Menurut BMKG
Berdasarkan Sistem Informasi Observasi Gerhana Indonesia milik BMKG, berikut jadwal fase gerhana dalam WIB:
- Gerhana penumbra mulai: 15.42.44 WIB
- Gerhana total mulai: 18.03.56 WIB
- Puncak gerhana: 18.33.39 WIB
Masyarakat dapat menyaksikan fase total tanpa alat khusus. Pengamatan optimal terjadi jika cuaca cerah.
Makna Spiritual dan Shalat Khusuf
Bagi umat Islam, gerhana menjadi momentum meningkatkan ibadah. Umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah khusuf saat gerhana bulan.
Merujuk Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, hukum shalat khusuf adalah sunnah muakkadah.
Ulama Nusantara Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan tiga tingkatan shalat gerhana.
Tingkatan minimal berupa dua rakaat seperti shalat sunnah biasa. Lalu, tingkatan pertengahan dua rakaat dengan dua rukuk setiap rakaat. Dan, tingkatan sempurna membaca surat panjang dengan rukuk dan sujud lebih lama.
Tata Cara Shalat Khusuf
Shalat khusuf dilaksanakan dua rakaat dengan dua rukuk setiap rakaat. Berikut caranya:
- Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca ta’awudz dan Al-Fatihah
- Membaca surat Alquran dengan suara lantang
- Rukuk pertama dipanjangkan
- I’tidal setelah rukuk pertama
- Membaca Al-Fatihah kembali
- Membaca surat lebih pendek dari bacaan pertama
- Rukuk kedua lebih singkat dari rukuk pertama
- I’tidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua.
Rakaat kedua dilakukan dengan tata cara serupa. Bacaan surat lebih pendek dari rakaat pertama. Shalat ditutup dengan tasyahud akhir dan salam.
Secara umum, tata cara khusuf mirip shalat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada dua rukuk setiap rakaat. ***











Leave a Reply