Komib Indonesia Ajak Pelajar Cilacap Peduli Perubahan Iklim

Iskandar Noer - 06 February 2026

Komib Indonesia menggelar Youth Environment Forum di DLH Cilacap, membahas dampak karbon, penanaman trembesi, dan edukasi pencegahan TB.(Foto: istimewa)
Komib Indonesia menggelar Youth Environment Forum di DLH Cilacap, membahas dampak karbon, penanaman trembesi, dan edukasi pencegahan TB.(Foto: istimewa)

Komib Indonesia menggelar Youth Environment Forum di DLH Cilacap, membahas dampak karbon, penanaman trembesi, dan edukasi pencegahan TB.

Aktual Tangerang – Komib Indonesia melalui Divisi Lingkungan menggelar Youth Environment Forum (YEF) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (1/2/2023) dan diikuti para pelajar.

Forum ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Youth Environment Forum Cilacap diketuai Manuela Ailin Sutanto, Kepala Divisi Lingkungan dan Kesehatan Komib Indonesia.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Cilacap, Dias Prihantoro, S.T.

Dias merupakan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.

Dalam pemaparannya, Ailin menjelaskan dampak karbon terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Ia menyoroti peningkatan risiko penyakit pernapasan akibat polusi udara.

“Karbon dioksida berlebihan di atmosfer dapat memicu perubahan iklim dan berdampak pada kesehatan,” kata Ailin.

Ailin yang merupakan pelajar SMA ACS Jakarta juga mengajak pelajar memahami ancaman pencemaran udara.

Selain itu, ia memaparkan peran pohon trembesi dalam menyerap karbon dioksida.

Baca Juga :  Pabrik Baja di Tangerang Milik WNA China Gelapkan Pajak?

Komib Indonesia melalui Divisi Lingkungan menggelar Youth Environment Forum (YEF) di Dinas Lingkungan Hidup Cilacap.(Foto: istimewa)

“Pohon trembesi efektif menyerap karbon dioksida, sehingga penting untuk ditanam dan dilestarikan,” ujar Ailin.

Forum tersebut juga membahas penyakit tuberkulosis atau TB yang menyerang sistem pernapasan.

Ailin menyampaikan TB dapat menyebar melalui udara yang terkontaminasi. “TB menyebar lewat udara. Karena itu, kebersihan lingkungan harus dijaga,” ucap Ailin.

Peserta mendapatkan edukasi pencegahan TB, termasuk cuci tangan rutin dan penggunaan masker.

Pelajar juga diarahkan meningkatkan ventilasi ruangan sebagai langkah pencegahan. “Kami berharap edukasi ini membuat pelajar lebih peduli pada kesehatan dan lingkungan,” kata Ailin.

Sebagai bentuk aksi nyata, panitia membagikan bibit pohon trembesi kepada peserta. Bibit tersebut diberikan untuk ditanam dan dirawat di lingkungan sekitar.

“Kami ingin pelajar terlibat langsung dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim,” kata Ailin.

Baca Juga :  Ke Bandara Soetta Kini Bisa Naik TransJabodetabek dari Blok M

Acara dibuka oleh Dias Prihantoro yang memberikan sambutan kepada peserta.

“Kami mendukung kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran pelajar menjaga lingkungan,” ujar Dias.

Pembimbing Komib Indonesia, Imas Mugi Restuni, juga hadir memberikan motivasi. “Kami berharap pelajar menjadi agen perubahan untuk lingkungan yang lebih baik,” kata Imas.

Komib Indonesia menegaskan program edukasi lingkungan akan terus digelar di berbagai daerah.

“Kami akan terus memperluas edukasi lingkungan bagi pelajar dan masyarakat,” tutup Ailin. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini