Bea Cukai Tangerang Perkuat Kesiapan UMKM Masuk Pasar Ekspor

Adi Subchan - 04 February 2026

Bea Cukai Tangerang menggelar FGD Klinik Ekspor untuk memperkuat kesiapan UMKM memasuki pasar ekspor global. (Foto: Istimewa)
Bea Cukai Tangerang menggelar FGD Klinik Ekspor untuk memperkuat kesiapan UMKM memasuki pasar ekspor global. (Foto: Istimewa)

Bea Cukai Tangerang menggelar FGD Klinik Ekspor untuk memperkuat kesiapan UMKM memasuki pasar ekspor global.

Aktual Tangerang – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui KPPBC TMP A Tangerang menggelar FGD Klinik Ekspor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan UMKM memasuki pasar ekspor.

FGD diselenggarakan di KPPBC TMP A Tangerang. Kegiatan menghadirkan narasumber dari LPEI, LNSW, dan Direktorat Fasilitas Kepabeanan dan Cukai.

FGD Klinik Ekspor menjadi forum dialog dan pendampingan terpadu bagi pelaku UMKM. Peserta mendapatkan pemahaman pembiayaan ekspor, fasilitas kepabeanan, dan layanan digital ekspor.

Kegiatan ini juga mengidentifikasi tantangan UMKM dalam memperluas pasar ke luar negeri.

Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang, Indriya Karyadi, menegaskan peran Bea Cukai sebagai fasilitator perdagangan.

“Klinik Ekspor menjadi ruang kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha,” ujar Indriya Karyadi, Rabu (4/2/2026).

“Kami ingin UMKM memahami prosedur dan memanfaatkan fasilitas agar mampu bersaing global,” lanjutnya.

Baca Juga :  Mulai Akhir Januari 2026, Stasiun Jatake Sudah Layani Penumpang

Perwakilan LPEI memaparkan skema pembiayaan ekspor nasional. Skema meliputi modal kerja, penjaminan, asuransi ekspor, dan pendampingan nonfinansial.

LPEI menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan legalitas usaha. Kontrak dagang disebut sebagai dasar utama akses pembiayaan ekspor.

LNSW menjelaskan peran sistem single window dalam integrasi layanan lintas instansi. Portal UMKM Kemenkeu Satu diharapkan mempermudah informasi dan validasi data ekspor.

Direktorat Fasilitas Kepabeanan dan Cukai memaparkan Program Agen Fasilitas Kepabeanan. Program ini memberikan informasi tepat sasaran mengenai fasilitas kepabeanan bagi UMKM.

Direktorat Fasilitas juga menjalankan program pemberdayaan UMKM binaan. Pendampingan berkelanjutan dilakukan agar UMKM optimal memanfaatkan fasilitas ekspor.

FGD turut menghadirkan sesi berbagi pemberdayaan UMKM. Sesi diisi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tangerang Raya.

Dinas memperkenalkan UMKM binaan dan program pembinaan daerah. Sesi ini membuka diskusi langsung terkait dukungan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Klaim, Program Gampang Kerja Turunkan Jumlah Pengangguran

Peserta FGD, Hendri Suhardja, membagikan pengalaman menembus pasar ekspor.

“Kami telah mengekspor Followme Indonesia ke Papua Nugini dan Jepang,” ujar Hendri Suhardja.

“Pendampingan penting, namun pelaku usaha harus aktif mencari peluang,” katanya.

Ia menilai keberanian melakukan terobosan menjadi kunci ekspor.

Diskusi tren produk Jepang dilakukan langsung di World Expo Osaka 2025. Melalui FGD ini, Bea Cukai Tangerang mendorong UMKM naik kelas.

UMKM diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekspor secara berkelanjutan. (Penulis: Robby Kurniawan)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini