Sekitar 10 pedagang daging di Pasar Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan tutup tiga hari. Aksi protes harga daging sapi yang terus naik.
Aktual Tangerang – Deretan lapak pedagang daging sapi di Pasar Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tutup Kamis (22/1/2025).
Aktivitas jual beli daging terlihat nihil. Pedagang menghentikan sementara penjualan selama tiga hari.
Langkah ini merupakan bentuk protes atas kenaikan harga daging sapi pasca Natal dan Tahun Baru.
Sahroni (60), pedagang daging selama 35 tahun, mengaku kenaikan harga kali ini terasa janggal.
“Harusnya habis tahun baru itu harga turun, standar lagi. Tapi ini malah makin naik,” ujar Sahroni.
Ia menjelaskan kenaikan harga berasal dari tingkat pemotongan atau pemasok daging sapi. Sebelumnya harga pengambilan daging Rp120 ribu per kilogram, kini meningkat hingga Rp130 ribu per kilogram.
“Awalnya pengambilan masih Rp120 ribu, sekarang sudah sampai Rp130 ribu. Dari sananya naik terus,” kata Sahroni.
Kondisi ini menekan pedagang. Harga naik, sementara daya beli konsumen tidak meningkat.
Sahroni menjual daging dengan margin sangat tipis untuk mempertahankan pelanggan. “Sekarang ambil Rp125 ribu sampai Rp130 ribu, jual juga Rp130 ribu. Untungnya tinggal Rp5 ribu per kilo,” ujarnya.
Sebelumnya, keuntungan pedagang bisa mencapai Rp10 ribu per kilogram. Sahroni menyebut selisih harga sekecil Rp2 ribu dapat membuat pelanggan beralih ke pedagang lain.
“Pelanggan sekarang sensitif. Beda Rp2.000 saja bisa lari. Kalau kita naikin, pembeli bingung,” jelasnya.
Aksi tutup lapak dilakukan serentak oleh sekitar 10 pedagang daging di pasar tersebut. “Ini keputusan bersama. Semua pedagang daging tutup. Dari pemotongan juga lagi tidak ngedrop daging,” tambah Sahroni.
Pedagang mengaku kehilangan pemasukan harian, tapi berharap harga dari pemasok segera turun.
“Ya jelas mengeluh, tiga hari enggak ada pemasukan. Tapi harapannya harga dari sana bisa turun lagi,” kata Sahroni.
Ia menegaskan daging yang dijual merupakan sapi lokal, bukan impor. “Kalau harga stabil, penjualan juga hidup. Kita pedagang kecil cuma pengin cari untung wajar,” pungkas Sahroni.
Pantauan di Pasar Jombang menunjukkan kondisi pasar sepi. Meja daging yang biasanya penuh kini kosong. Lorong pedagang tampak lengang, hanya menyisakan meja dan sekat dagangan tanpa aktivitas.
Beberapa meja pedagang terpasang surat edaran dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Daging Indonesia.
Surat itu menyebut aksi berlangsung 22–24 Januari 2025 di seluruh pasar dan Rumah Potong Hewan se-Jabodetabek.
Dalam surat disebut harapan agar Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional menstabilkan harga. Tujuannya untuk keberlangsungan UMKM hilirisasi serta hajat hidup orang banyak. (Penulis: Robby Kurniawan)











Leave a Reply