Dua Animasi Indonesia Dilirik Studio Kanada dan Taiwan

Adi Subchan - 09 December 2025

Dua animasi Indonesia, KOMARONG dan Galeo Anak Segara, menarik minat studio Taiwan dan Kanada pada ATF 2025 di Singapura. (Foto: Facebook)
Dua animasi Indonesia, KOMARONG dan Galeo Anak Segara, menarik minat studio Taiwan dan Kanada pada ATF 2025 di Singapura. (Foto: Facebook)

Dua animasi Indonesia, KOMARONG dan Galeo Anak Segara, menarik minat studio Taiwan dan Kanada pada ATF 2025 di Singapura.

Aktual Tangerang – Animasi karya anak bangsa menarik perhatian pada Asia TV Forum & Market 2025 di Singapura.

Dua IP nasional, KOMARONG dan Galeo Anak Segara, mendapatkan minat dari studio internasional.

KOMARONG karya Ida Bagus Aditya Wardana dan Gilang Bhagaskara diminati Xhantus Animation Studio Taiwan.

Sementara Galeo Anak Segara karya Andara Fembriarto menarik perhatian Betterhalf Films dari Kanada.

Kedua studio memberikan komitmen pembahasan lanjutan dengan para kreator Indonesia. Dukungan itu dinilai memperkuat posisi Indonesia di pasar konten global.

Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Agustini Rahayu menjelaskan pentingnya forum internasional.

“Showcase dan forum bisnis ini membuka peluang besar bagi konten Indonesia,” kata Ayu.

Baca Juga :  Lima Manfaat Mengenal Robotik di Era Digital

Ia menilai kolaborasi Indonesia dan Singapura dapat mempercepat pertumbuhan industri kreatif.

“Kerja sama regional mendorong investasi dan penguatan ekosistem animasi,” ujarnya.

Ayu menegaskan kehadiran Indonesia di ATF menjadi langkah strategis.

“Kreator kita bisa mempresentasikan proyek kepada pembeli dan investor global,” katanya.

Ia bersyukur IP Indonesia mendapat respons positif dari Kanada dan Taiwan. “Komitmen tindak lanjut itu sangat berharga bagi kreator muda,” ungkap Ayu.

Andara Fembriarto merasa terbantu dengan fasilitasi pemerintah. “Bimbingan bisnis membuat kami lebih siap bersaing,” ujarnya.

Ia mengatakan respons internasional terhadap karya Indonesia sangat positif. Katanya, banyak IP Indonesia yang didekati berbagai studio untuk kerja sama.

Baca Juga :  Berapa UMK Tangsel 2026? Diprediksi Segini

Gilang Bhagaskara menilai pemerintah berkomitmen membawa animasi Indonesia ke pasar global. “Kami bertemu banyak pemain global industri animasi,” ujarnya.

Ia mengatakan ada prospek kerja sama yang akan dibahas lebih lanjut.

“Beberapa calon investor menunjukkan minat serius,” kata Gilang.

Kementerian Ekraf membawa enam IP ke ATF 2025. Pilihan itu merupakan hasil kurasi program AKTIF untuk kreator nasional.

Selain KOMARONG dan Galeo Anak Segara, ada Watujiwo Series dari Dieky Suprayogi.

Tiga IP film lainnya juga dibawa, yaitu Bong, Pelabuhan Berkabut, dan Komik Jagoan.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini